Jangan Gunakan Masjid untuk Kegiatan Politik Praktis

Pihaknya selalu mendengungkan kepada masyarakat Gunungkidul untuk selalu menjaga toleransi umat beragama, dan menjaga persatuan serta kesatuan

Jangan Gunakan Masjid untuk Kegiatan Politik Praktis
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag DIY, Lutfi Hamid saat memberikan penjelasan terkait kampanye kerukunan, di halaman kantor kemenag gunungkidul, Rabu (3/10/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNNEWS.COM,  GUNUNGKIDUL - Masjid harus menjadi tempat pemersatu bangsa, bukannya sebagai tempat politik praktis sehingga dapat memecah bangsa.

"Masjid sebagai rumah Allah untuk mendekatkan satu dengan yang lainnya, harusnya menjadi pemersatu bangsa kami tidak setuju jika masjid digunakan untuk politik praktis," kata Kepala Kemenag Gunungkidul, Aidi Johansyah pada Tribunjogja.com di sela-sela Launching Zona Integritas Reformasi Birokrasi (ZI-RB), dan penyerahan bantuan di Kantor Kemenag, Wonosari, Rabu (3/9/2018).

Pihaknya selalu mendengungkan kepada masyarakat Gunungkidul untuk selalu menjaga toleransi umat beragama, dan menjaga persatuan serta kesatuan.

"Kami selalu dengungkan kapada semua pihak rasa toleran walaupun kita berbeda, dalam pemilu ini banyak tantangannya, jangan sampai membawa sumber permasalahan, pemilu nanti harus tenang, damai dan rukun," katanya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag DIY, Lutfi Hamid berpendapat, takmir masjid harus mempunyai kesadaran, jangan sampai politik praktis dibawa ke dalam Masjid.

"Kalau perlu jemaah intrupsi saat ceramah yang mengandung politik praktis, serta jangan jadikan Masjid sebagai alat untuk kampanye," ungkapnya.

Ia mengatakan telah melakukan sosialisasi kepada pengurus masjid untuk tidak melakukan politik praktis.

"Jika dalam ceramah membahas terkait cara mensejahterakan, meningkatkan etos kerja, serta menumbuhkan keadilan di masyarakat masih diperbolehkan," tuturnya.

Baca: Korban Selamat Gempa di Palu: Saya Keluar Dari Masjid dan Tanah Sudah Terbelah

Namun jika dalam ceramah mengandung ajakan untuk memilih seseorang serta harus memilih calon yang dipilih sang penceramah hal tersebut tidak diperbolehkan.

"Untuk wilayah DIY saat ini masih kondusif tidak belum laporan penyalahgunaan masjid," katanya.

Dalam acara yang diadakan Kementrian Agama Gunungkidul selain kampanye persatuan juga diadakan peluncuran ZI-RB Corner yang ditujukan untuk meningkatkan birokrasi serta pelayanan prima kepada masyarakat.

Selain itu kemenag juga memberikan sumbangan kepada korban gempa dan tsunami di Lombok sebesar Rp 30 juta.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved