IMF dan Bank Dunia Salurkan Bantuan Rp 2 Miliar untuk Korban Gempa di Lombok dan Palu

Setelah dari Lombok, para tokoh tersebut langsung kembali ke Bali untuk menghadiri sejumlah meeting dan pertemuan IMF-WB di Nusa Bali.

IMF dan Bank Dunia Salurkan Bantuan Rp 2 Miliar untuk Korban Gempa di Lombok dan Palu
TRIBUN TIMUR/TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Kondisi Perumnas Balaroa pasca dilanda Gempa terekam kamera drone, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (5/10). Gempa yang menerjang Palu berkekuatan 7.7 SR pada Jumat (28/9/2018) diperkirakan ratusan orang tewas hingga kini masih tertimbun dan evakuasi terus dilakukan di Perumahan tersebut. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) melalui Managing Director IMF Christine Lagarde merealisasikan bantuan senilai Rp 2 miliar untuk korban gempa di Lombok dan Palu, yang nantinya akan didistribusikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan sejumlah organisasi non-pemerintah.

Bantuan tersebut diberikan oleh Christine Lagarde saat mengunjungi korban gempa di Lombok bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritimiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo juga memberikan bantuan lanjutan sebesar Rp 500 juta untuk rehabilitasi 5 masjid dan 2 sekolah, serta sarana-prasarana di wilayah Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram.

Sebelumnya Gubernur BI Perry Warjiyo juga melakukan pembangunan rumah dan tempat ibadah sementara, posko pusat informasi dan wadah konseling bagi warga.

"Selanjutnya, untuk mendukung pemulihan aktivitas masyarakat setempat, dalam waktu dekat akan disiapkan bantuan bagi UMKM yang terkena dampak gempa," ungkap Perry di Lombok, Senin (8/10/2018).

Selain itu, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan memberikan donasi melalui skema Upaya Penanggulangan Bencana Lombok melalui cabang organisasi Muslim Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sebesar Rp 500 juta serta bantuan kemanusiaan dalam bentuk 241.000 seragam sekolah dasar ke SDN Guntur Macan 1 dan 2.

Setelah dari Lombok, para tokoh tersebut langsung kembali ke Bali untuk menghadiri sejumlah meeting dan pertemuan IMF-WB di Nusa Bali.

Nantinya saat pertemuan IMF-WB para delegasi juga akan mengumpulkan bantuan melalui kopi gratis 'One Cup Of Coffe' yang dilaksanakan oleh BRI. Jadi setiap gelas yang akan diminum akan dihargai Rp 100 ribu oleh BRI.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help