Sebagai Sentra Peradaban, Emha Ainun Nadjib Dijadwalkan Berdialog di Pelabuhan Samarinda

Kegiatan diselenggarakan dalam rangka hari perhubungan nasional yang digelar oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas II Samarinda

Sebagai Sentra Peradaban, Emha Ainun Nadjib Dijadwalkan Berdialog di Pelabuhan Samarinda
Dokumentasi Panitia 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor
Budayawan Emha Ainun Nadjib saat tampil bersama Kiai Kanjeng memeriahkan Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di lapangan sepak bola pondok, Desa Gontor, Ponoro, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016) malam. 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Muhammad Ainun Nadjib atau yang biasa dikenal Emha Ainun Nadjib atau yang lebih akrab disapa Cak Nun, akan datang ke Samarinda, Kaltim.

Seniman, budayawan, serta penyair asal Jawa Timur itu akan berdialog dengan warga Samarinda, khususnya pelaku usaha dibidang kelautan, mulai dari pengusaha kapal, pedagang, hingga buruh pelabuhan, pada 28 Oktober 2018 mendatang di dermaga pelabuhan Samarinda, jalan Yos Sudarso.

"Bukan ceramah, konsepnya seperti gaya Cak Nun, berdialog, atau sinau bareng, sinau itu bahasa Jawa artinya belajar, dengan tema pelabuhan sebagai sentra peradaban," ucap Ketua Panitia, Muhammad Hamzah, Sabtu (13/10/2018).

Selain menghadirkan Cak Nun, pihaknya juga menghadirkan Kiai Kanjeng.

Kegiatan dimulai pukul 20.00 Wita hingga selesai.

Nantinya semua yang hadir akan duduk lesehan bareng, tidak ada dibedakan antara pengusaha, pedagang maupun buruh pelabuhan.

Baca: Pengedar Sabu di Samarinda Diciduk, Petugas Temukan Sabu di Tas

"Ini untuk umum, jadi nanti semua duduk bareng, tidak ada dibedakan bedakan. Bagi yang mau hadir silahkan datang langsung pada hari acara," jelasnya.

Kegiatan itu sendiri diselenggarakan dalam rangka hari perhubungan nasional yang digelar oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas II Samarinda.

Lanjut dia menjelaskan, tujuan dari diselenggarakannya kegiatan tersebut yakni untuk menumbuhkan rasa kebersamaan terutama di pelabuhan.

Pasalnya, pelabuhan merupakan ujung tombak perdagangan, terutama di Kaltim yang kaya sumber daya alam (SDA).

"Intinya kebersamaan di pelabuhan itu penting, karena SDA yang ada disepanjang sungai Mahakam berporos di pelabuhan," ucapnya.

"Jadi, pelaku usaha harus saling mengenal, meredakan ketegangan saat bekerja, ya untuk tertawa bareng lah," tutupnya. (*)

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved