Dinas Lingkungan Hidup Simalungun Diminta Serius Teliti Air Sungai Maranti

Pemkab Simalungun diminta bertindak adil dalam tinjauan lapangan karena masyarakat butuh saluran air yang tidak tercemari

Dinas Lingkungan Hidup Simalungun Diminta Serius Teliti Air Sungai Maranti
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun bersama dengan warga Sihaporas melihat umbul air, Jumat (9/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan Tommy Simatupang

TRIBUNNEWS.COM, SIMALUNGUN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun telah meninjau dan meneliti air Sungai Maranti yang terindikasi telah diracun.

Ini mengakibatkan matinya ikan endemik yakni Ikan Batak yang dipelihara warga Sihaporas, Kabupaten Simalungun, Jumat (9/11/2018).

"Kehadiran kita disini hanya meninjau dan mengambil data data atas laporan masyarakat Nagori Sihaporas beberapa waktu lalu. Adanya dugaan pencermaran saluran air oleh pihak ketiga PT TPL," ujar Kabid Tata Lingkungan DLH Simalungung M. Sirait dihadapan puluhan masyarakat Nagori Sihaporas.

Pihaknya juga belum dapat memastikan air tersebut memang tercemar oleh racun atau tidak.

Amatan tribun-medan.com melakukan peninjauan dari hulu hingga ke hilir saluran air dan turut mengambil air sebagai sampel padahal Pemerintah Provinsi Sumut juga sudah melakukan.

Seorang warga Jonni Ambarita meminta Pemkab Simalungun bertindak adil dalam tinjauan lapangan karena masyarakat butuh saluran air yang tidak tercemari.

Baca: Ulin Muslikin Tenggelam di Sungai Singingi Kuansing, Jasadnya Ditemukan 2 Hari Kemudian

"Kami minta Pegawai DLH serius agar melakukan cek dan pengumpulan data atas laporan masyarakat beberapa waktu lalu. Adanya dugaan tercemar nya saluran air yang di gunakan masyarakat setiap harinya,"ujarnya.

Sebelumnya, warga dan pengurus lembaga masyarakat adat Lamtoras Sihaporas, Nagori/Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mencurigai kolam yang berisi ratusan Ikan Batak diracun. Kejadian itu terjadi pada 25 Oktober 2018.

Mereka jiga menemukan botol-botol racun pestisida di sebuah camp pekerja sebuah perusahaan bubur kertas.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved