Polisi Amankan Pasutri yang Angkut Satu Ton Minyak Tanah Olahan Tanpa Dokumen

Minyak diangkut menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam dan rencananya akan dijual ke Kota Banda Aceh karena ada yang menampungnya

Polisi Amankan Pasutri yang Angkut Satu Ton Minyak Tanah Olahan Tanpa Dokumen
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Polisi Polres Lhokseumawe, menggelar terkait pengembangan hasil penangkapan berton minyak mentah, di halam polres setempat, Kamis (21/7). Minyak mentah tersebut diduga akan di olah menjadi minta tanah, dengan harga jual sangat tinggi, karena saat ini Pertaminan tidak memproduksi Mitan. 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Pasangan suami istri (pasutri) ZN (32), warga Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara dan istrinya, LD (37), warga Aceh Tamiang, ditangkap polisi bersama 1 ton minyak tanah olahan di kawasan Simpang Landing, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (7/11) siang.

Minyak diangkut menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam dan rencananya akan dijual ke Kota Banda Aceh karena ada yang menampungnya.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi, Jumat (9/11) mengatakan, pasutri bersama  satu ton minyak oplosan ditangkap petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Utara saat menggelar razia Operasi Zebra di jalan nasional, kawasan Landing, Aceh Utara.

Saat razia Operasi Zebra berlangsung, tiba-tiba meluncur mobil Avanza hitam yang disopiri ZN dari arah timur Aceh Utara menuju barat.

Petugas menghentikan mobil tersebut untuk memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan.

Petugas curiga saat melihat di dalam mobil itu ada boks fiber besar berwana putih.

Setelah ditanyakan apa isinya, ternyata minyak olahan tapi pasutri tersebut tidak memiliki dokumen apa pun terkait minyak yang mereka angkut.

Baca: Di KRI Banda Aceh, Ketua MPR Ajak Masyarakat Teladani Pahlawan

Petugas membongkar untuk memastikan bahwa isi boks fiber itu benar minyak tanah olahan (nonkilang).

Setelah dipastikan, petugas kemudian mengamankan pasangan tersebut ke Mapolres Aceh Utara untuk proses penyelidikan. Barang bukti berupa 1 ton minyak olahan juga diboyong ke mapolres.

“Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku memang tak punya dokumen apa pun terkait minyak yang mereka angkut untuk dijual,” katanya.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved