Tidak Memiliki Biaya Kremasi, Nurti Siramkan Pertalite pada Jenazah Suaminya Lalu Disulut Api

Nurti Rahayu terpikir nmembawa dan membakar jenazah di bumi perkemahan Sanden, Bantul karena anaknya, JR, pernah mengikuti perkemahan di daerah itu

Tidak Memiliki Biaya Kremasi, Nurti Siramkan Pertalite pada Jenazah Suaminya Lalu Disulut Api
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
KBO Reskrim Polres Bantul, Iptu Muji Suharjo, didampingi Kasubag Humas polres Bantul AKP Sulistyaningsih menunjukkan barang bukti di Mapolres Bantul, Sabtu (10/11/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNEWS.COM, BANTUL - Aparat Polres Bantul akhirnya berhasil mengungkap kasus penemuan mayat dalam kondisi terbakar di bumi perkemahan Karanganyar, Gadingharjo, Sanden, Bantul, pada Rabu (7/11/2018) pagi.

Mayat ditemukan dalam kondisi setengah gosong, tidak mengenakan busana dan ada luka bakar dibeberapa bagian tubuhnya.

"Luka bakar ada dibagian kepala dan selangkangan," kata Kapolsek Sanden, AKP Riwanta, kala itu, saat dimintai konfirmasi.

Adanya laporan terkait penemuan mayat, petugas kepolisian, Inafis dan puskemas segera melakukan pemeriksaan dan identifikasi di lokasi tempat kerjadian perkara.

"Hasil pemeriksaan, mayat itu teridentifikasi bernama IGS (52) warga Bali," kata KBO Reskrim polres Bantul, Iptu Muji Suharjo, saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Sabtu (10/11/2018) siang.

Meskipun warga Bali, korban, kata Muji, sudah cukup lama menetap di kota Yogyakarta.

Ia tinggal dan hidup bersama seorang perempuan bernama Nurti Rahayu (32) dan satu anak Nurti, berinisial JR, masih dibawah umur.

Baca: Sesosok Dalam Kondisi Mayat Hangus Ditemukan di Bumi Perkemahan di Bantul

Mereka tinggal di sebuah kos di wilayah Tahunan, Umbulharjo, kota Yogyakarta.

"Mareka tinggal satu rumah tanpa ikatan, [Kumpul kebo] bisa dikatakan demikian," terang Muji.

Halaman
1234
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved