Warga Blokade Jalan yang Digunakan PT Toba Pulp Lestari, Ini Pemicunya

pemblokiran jalan merupakan buntut persoalan antara masyarakat dengan manajemen PT Toba Pulp Lestari

Warga Blokade Jalan yang Digunakan PT Toba Pulp Lestari, Ini Pemicunya
Tribun Medan
Warga blokir akses jalan yang kerap digunakan PT TPL, Senin (12/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUNNEWS.COM, TAPANULI-UTARA - Masyarakat Desa Aek Raja, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara memblokade jalan yang digunakan PT Toba Pulp Lestari di Desa Aek Raja, Senin (12/11/2018).

Aksi blokade telah sejak dua minggu lalu.

Parulian Manalu warga setempat pemblokiran jalan merupakan buntut persoalan antara masyarakat dengan manajemen PT Toba Pulp Lestari.

Perusahaan mencoba untuk menyerobot lahan mereka yang sudah ditanami dengan jagung, cabai dan kopi akibatnya petani terancam kehilangan mata pencarian.

Masyarakat pun terpaksa tinggal di dalam gubuk, tidak pulang ke rumah pada malam hari demi menjaga lahannya.

Aksi pemblokiran jalan ini awalnya hanya menggunakan kayu, namun kayu itu juga dirusak oleh orang tidak dikenal.

Baca: China Kemungkinan Tanyai Menlu Australia Terkait Pemblokiran Investasi

Baca: Khawatir Dugaan Praktik Meracuni Sungai dan Umbul Air, Petani Demo PT TPL Pagi Ini Lanjut Dialog

Baca: Sumber Air Tercemar Racun Pestisida, Masyarakat Adat: Jangan Bunuh Kami dengan Racunmu

Dokter dari Puskesmas Tigaurung, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ke lokasi ditemukannya racun di sekitar sumber air minum warga Sihaporas, Kecamatan Pematatang Sidamanik, Selasa (30/10/2018). Sumebr air ini diduga tercemar benda beracun.
Dokter dari Puskesmas Tigaurung, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ke lokasi ditemukannya racun di sekitar sumber air minum warga Sihaporas, Kecamatan Pematatang Sidamanik, Selasa (30/10/2018). Sumebr air ini diduga tercemar benda beracun. (HO/Lembaga Adat Sihaporas)

Keadaan itu membuat kekesalan masyarakat memuncak, hingga akhirmya mereka mendirikan gubuk di tengah jalan.

Khawatir kehilangan lahan, mereka pun secara bergantian menginap di gubuk yang mereka dirikan hingga akhirnya, aksi itu menuai reaksi dari pihak perusahaan.

Sejak Kamis lalu, pihak kepolisian, camat hingga TNI datang ke lokasi.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved