PDIP Promosikan Kekayaan Kuliner Malang Raya

Dalam setiap kunjungan konsolidasi ke daerah, PDI Perjuangan memiliki tradisi unik.

PDIP Promosikan Kekayaan Kuliner Malang Raya
Ist/Tribunnews.com
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam satu momen memasak.

"Kalau dibilang harga mahal atau tidak itu kan tergantung. Harga barang wajar lebih mahal. Karena UMR (Upah Minimum Regional) kan juga naik. Ya harga boleh naik juga dong," kata Ninik.

"Bagi kami ini, yang penting itu barangnya (bahan baku, red) itu masih ada, tersedia. Dan kita masih bisa beli," lanjutnya.

Kembali ke soal kuliner. Hasto mengatakan apa yang dilakukan pihaknya tidak terlepas dari tradisi yang dimulai Bung Karno. Ketika Konferensi Asia Afrika diadakan tahun 1955, aneka masakan khas Indonesia disajikan kepada para delegasi.

Menunya, seperti rujak cingur, soto ayam, karedok, ayam goreng, getuk lindri, dan lain-lain. Kata Hasto, semua ditampilkan dengan penuh kebanggaan karena komitmen ideologis.

"Bahwa dari lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor," katanya.

Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pun memiliki perhatian yang sangat besar terhadap kuliner nusantara.

Kata Hasto, Megawati selalu mengumpulkan resep makanan Indonesia. Tidak hanya itu, seluruh tanaman bumbu-bumbuan nusantara pun ditanam dan dikembangkan oleh Megawati.

"Maka itu Indonesia harus bangga karena kekayaan bumbu-bumbu masakannya paling lengkap sedunia," tandas Hasto.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved