Rumah Kost yang Bisa Disewa Harian Picu Banyak Tindak Asusila

Satpol PP akan menertibkan terkait rumah kost yang sistemnya sewa perhari jika BP2T memohon bantuan untuk menertibkan itu.

Rumah Kost yang Bisa Disewa Harian Picu Banyak Tindak Asusila
Tribun Jambi/Dedi Nurdin
Ilustrasi penyisiran kos 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ya' M Nurul Anshory

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Kasat Pol PP Kota Pontianak, Syarifah Ardiana menyebut kejadian asusila yang terjaring Satpol PP Pontianak dipicu salah satunya maraknya rumah kost yang dapat disewa harian.

Dijumpai tribunpontianak.co.id, Syarifah menjelaskan bahwa rumah kost idealnya disewakan perbulan, jika disewakan perhari tentu ada maksud tertentu yang perlu di kaji lebih lanjut.

"Sebenarnya yang namanya kost-kostan itu disewa bulanan, tidak ada yang namanya sewa harian, kalau disewa harian itu arahnya seperti hotel melati lah," tuturnya,   Rabu (5/12/2018).

Syarifah menimpal bahwa memang Satpol PP dalam subtansinya tidak melihat dari berapa lama durasi penyewaan rumah kost tersebut.

"Kita hanya penertiban masalah asusila, mungkin nanti kita akan melakukan penertiban terpadu, mulai dari perijinan dan sebagainya," tutur Syarifah.

Ditanya awak media terkait berapa jumlah kost yang menyewakan perhari, dan apa alasan dari pemiliknya, Syarifah menjawab,

"Saya kurang paham ada berapa banyak rumah kost yang menyewakan harian, dan kita juga tidak pernah meninjau sejauh mana terkait alasan mereka menyewakan rumah kost itu secara harian," tuturnya.

Syarifah menegaskan yang selama ini yang mereka tertibkan masalah asusilanya.

Ia merekomendasikan, mungkin lebih pas nya awak media bertanya ke BP2T, karena mereka yang mengurus perijinan.

Syarifah melanjutkan bahawa Satpol PP akan menertibkan terkait rumah kost yang sistemnya sewa perhari jika BP2T memohon bantuan untuk menertibkan itu.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved