Pembantaian Pekerja di Papua

Korban Selamat Serangan KKB di Nduga Papua Mengaku Trauma dan Ingin Pulang

Seorang pegawai PT Istaka Karya yang selamat dari penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengaku masih trauma atas peristiwa yang dialaminya.

Korban Selamat Serangan KKB di Nduga Papua Mengaku Trauma dan Ingin Pulang
Grafis Tribun-Video/ Alfin Wahyu
Sejumlah pekerja pembangunan jembatan dan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Minggu (2/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, WAMENA - Seorang pegawai PT Istaka Karya yang selamat dari penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengaku masih trauma atas peristiwa yang dialaminya.

Jimmi Rajagukguk (Aritonang) menjadi korban selamat dalam peristiwa penembakan di Puncak Kabo, Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, belum lama ini.

Kepada Kompas.com, ia mengaku hingga saat ini dirinya belum diperhatikan pihak perusahaan yang mempekerjakannya.

Baca: Tokoh Masyarakat Papua Jelaskan Perbedaan Istilah KKB dan KSB

Jimmi mengaku masih mengalami trauma berat atas apa yang ia alami saat kelompok KKB menangkap dan mengeksekusi teman-temannya.

“Kini keberadaan kami berada di salah satu hotel di Kabupaten Jayapura, yang sebelumnya kami menginap di Kota Jayapura. Kami di sini 3 orang korban selamat dan 1 orang ada di Kabupaten Mimika dalam kondisi perawatan medis,” kata Jimmi ketika dikonfirmasi, Selasa (11/12/2018) malam.

Jimmy mengaku kecewa atas perlakuan perusahaan PT Istaka Karya kepada pekerjanya.

Baca: Pos TNI yang Baru Didirikan di Nduga Papua Diserang KKB, Dua Prajurit Alami Luka Tembak

Sebab, sampai sejauh ini, pihak perusahaan belum membahas tentang nasib mereka.

“Penginapan kita saja dipindah-pindah. Kita belum pernah diajak bicara oleh perusahaan, untuk apa kami di sini. Kami masih trauma, perlu berkumpul dengan pihak keluarga,” ungkapnya.

Jimmy berharap agar PT Istaka Karya segera memberikan kejelasan tentang nasib pegawai yang selamat dari pembanyaian KKB.

Ia berharap ada santunan dan bisa kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved