Pilpres 2019

Di Pamekasan Madura, Sandiaga Uno Dielu-elukan Emak-Emak Manis dan Borong Batik

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengunjungi sentra batik tradisional di Pasar 17 Agustus, Pamekasan, Madura, Minggu (20/1/2019).

Di Pamekasan Madura, Sandiaga Uno Dielu-elukan Emak-Emak Manis dan Borong Batik
tribun madura/Kuswanto Ferdian
Ekspresi Sandiaga Uno saat bertanya tentang kalimat yang benar dalam ucapan tatanan bahasa Madura, Ampon Bektonah, di Pasar 17 Agustus Pamekasan, Minggu (20/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengunjungi sentra batik tradisional di Pasar 17 Agustus, Pamekasan, Madura, Minggu (20/1/2019).

Di sana, Sandiaga Uno dielu-elukan oleh keloompok perempuan yang menamakan dirinya kelompok Emak-emak Manis atau Emak-emak Berbisnis. 

Mereka berebut untuk foto bersama dan berjabat tangan dengan Sandiaga Uno.

Sejatinya, Sandi yang datang sekitar pukul 17.25 WIB sudah dinanti sejak pukul 14.30. 

Begitu tiba, Sandi langsung menemui salah seorang penjual batik dan memborong batik yang dijualnya. 

Beberapa kali Sandiaga Uno melontarkan kalimat bahasa Madura “ampon baktona” (sudah waktunya.Red) untuk memilih pasangan Capres-Cawapres nomor 02, yang disambut tepuk tangan emak-emak.

Saat itu Sandiaga Uno mengatakan, untuk mengembangkan batik Madura, termasuk Pamekasan, dia dan Prabowo punya program untuk mendorong perajin dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) batik dengan memberikan lebih banyak bantuan untuk pemasarannya. Sehingga, dengan didorongnya perajin dan UMKM, batik akan tumbuh dan berkembang.

“Untuk mendorong batik Madura menjadi produk ungggulan, kami nanti akan dipasarkan ke seluruh Indonesia. Batik tulis Pamekasan ini benar-benar luar biasa. Cerah dan cocok betul dan menjadi tren milenial. Saya tadi beli batik Pamekasan untuk oleh-oleh buat istri saya,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno mengakui, kerajinan batik Madura, termasuk Pamekasan digarap secara halus. Sehingga wajar jika harga satu lembar kain batik ada yang di atas Rp 1 juta. Karena itu, ia berkeinginan agar batik Pamekasan dan batik Madura lebih maju. Karena dengan majunya perkembangan batik ini, akan membuka lapangan kerja.

Menurut Sandiaga Uno, sekitar 50 persen bahan baku batik masih impor dari luar negeri. Sehingga jika kurs dolar naik, harga bahan baku batik ikut naik. Ongkos produksi juga ikut naik. Namun ia berharap jangan sampai perajin batik ikut menaikkan kain batik,  karena dikhawatirkan tidak laku.

“Kita ingin agar bahan baku batik tidak terlalu terpengaruh dengan Rupiah dan Dolar yang terus bergejolak. Saya ingin juga amankan bahan baku untuk perajin batik aman dan ke depan rupiah stabil. Semoga pada 2019 ini, rezeki melimpah dan batik Madura maju dan mendorong ekspor batik Madura,” ujar Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno menambahkan, Madura banyak sumber daya listriknya berupa tenaga surya. Selama ini untuk kebutuhan listrik tergantung ke batu bara dan migas. Ia ingin swasembada energi, sehingga harga listrik bisa terjangkau untuk masyarakat.

Usai berdialog dengan Emak-emak Manis, Sandiaga Uno melanjutkan perjalanan menjuju Ponpes Al Hamidi, Banyuanyar Timur, yang dilanjutkan dialog dan silaturrahmi Oke Oce Santri Melk Usaha di Ponpes Al Hamidi, Kecamatan Palengaan, kemudian menghadiri Haul di Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Di Pamekasan Madura, Sandiaga Uno Disambut Emak-Emak Manis dan Borong Batik, http://surabaya.tribunnews.com/2019/01/20/di-pamekasan-madura-sandiaga-uno-disambut-emak-emak-manis-dan-borong-batik.
Penulis: Muchsin
Editor: Eben Haezer Panca

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved