Polda Bantah Periksa Ketua Kesatuan Aksi Umat Islam Sumut Ustadz H Irfan Hamidi Dalam Keadaan Sakit

Kabid Humas Polda Sumut bantah isu Ketua Kesatuan Aksi Umat Islam Sumut dikabarkan koma usai menjalani pemeriksaan Polda Sumut

Polda Bantah Periksa Ketua Kesatuan Aksi Umat Islam Sumut Ustadz H Irfan Hamidi Dalam Keadaan Sakit
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja bantah isu yang beredar terkait Ketua Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) Sumatera Utara (Sumut) Ustadz H Irfan Hamidi dikabarkan koma usai menjalani pemeriksaan di Polda Sumut.

"Penyidik Polda tidak mungkin melakukan pemeriksaan jika keadaan Ustadz Irfan sedang sakit apalagi dia saat datang ke Polda didampingi kuasa hukumnya. Biasanya, diawal pemeriksaan, selalu ada pertanyaan apakah yang bersangkutan saat ini dalam keadaan sehat. Yang bersangkutan mengatakan sehat,"kata Tatan, Rabu (13/2/2019).

Tatan menjelaskan, kronologis dan alasan Ustaz Irfan dimintai keterangan oleh penyidik Polda Sumut, berawal pada 7 Januari 2019, Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda telah menerima pelimpahan berkas laporan polisi LP /385/XII/2018/SU/SPKT PEL BLWN tanggal 3 Desember 2018 tentang perkara penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap anggota Babinkamtibmas Polsek Belawan bernama Aiptu Budi yang dituding ikut sebagai pengedar narkoba.

 
Kemudian, akunnya, menuding anggota Bhabinkamtibmas tersebut sebagai perusak dan tidak ada gunanya di masyarakat, yang diduga dilakukan oleh H. Irfan Hamidi.

Bahkan, sambung mantan Wakapolrestabes Medan ini, pesan tersebut dikirimkan atau diteruskan kepada Kapolsek Belawan, Kasat Narkoba, Kasat Binmas, serta Camat Belawan.

"Berdasarkan keterangan saksi, kalimat tersebut juga dikirim atau diteruskan oleh Irfan ke group Whatsapp DPP KAUMI,”katanya.

Berdasarkan laporan itu, aku Tatan, pada 11 Januari 2019 dilakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan terlapor, serta mengamankan barang bukti.

Kemudian, melakukan gelar perkara pada 17 Januari 2019 dan kemudian status perkara dinaikkan ke tingkat penyidikan.

“Selanjutnya, pada tanggal 21 Januari 2019 penyidik memanggil H.Irfan untuk datang memberikan keterangan pada Kamis 24 Januari 2019. Namun yang bersangkutan tidak hadir karena sakit dan mengirimkan surat sakit dari Rumah Sakit Colombia Asia Medan dengan keterangan dokter perlu istirahat selama 14 hari mulai dari 25 Januari 2019 s/d 08 Februari 2019," kata Tatan.

Masih dikatakan juru bicara Polda Sumut ini, penyidik kembali melakukan Surat Panggilan kedua pada 2 Februari 2019 untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dan diminta hadir pada tanggal 6 Februari 2019.

BACA SELENGKAPNYA >>>>>

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved