Kasus Suap di Bekasi

Billy Sindoro: Saya Sudah Ingatkan Urusan Sama Aparat Jangan Kasih Uang, Nanti Bisa Kena OTT KPK

Sebagai orang yang pernah tersangkut kasus suap dengan KPK, Billy mengaku juga mewanti-wanti ketiga terdakwa lainya untuk tidak memberikan uang suap.

Billy Sindoro: Saya Sudah Ingatkan Urusan Sama Aparat Jangan Kasih Uang, Nanti Bisa Kena OTT KPK
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Terdakwa Billy Sindoro (kiri) menyimak keterangan yang disampaikan saksi pemilik saham Meikarta yang juga petinggi Lippo Group James Riady saat menjawab pertanyaan jaksa dari KPK dalam sidang lanjutan kasus suap proyek Meikarta untuk di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (6/2/2019). Dalam sidang tersebut, James dicecar sejumlah pertanyaan terkait bisnis Lippo Group dan pertemuannya dengan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang diduga berkaitan dengan perizinan Meikarta. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Terdakwa kasus suap perizinan proyek Meikarta, Billy Sindoro menegaskan ia tidak pernah menyuruh terdakwa Fitradjaja Purnama, Henry Jasmen dan Taryudi untuk memberi uang suap kepada sejumlah ASN di Pemkab Bekasi, untuk memuluskan perizinan proyek tersebut.

"Saya sempat katakan ke Fitradjaja, Henry dan Taryudi. Jika ada biaya legal, resmi, ada tanda terimanya silakan tagih ke Meikarta‎, pasti tanggung jawab," ujar Billy di sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (13/2/2019) malam.

Sidang berakhir tepat pada pukul 00.00 dan dilanjutkan Kamis (14/2/2019) siang.

Sebagai orang yang pernah tersangkut kasus suap dengan KPK, Billy mengaku juga mewanti-wanti ketiga terdakwa lainya untuk tidak memberikan uang suap.

"Saya ingatkan mereka urusan sama aparat, jangan kasih uang nanti bisa kena operasi tangkap tangan (OTT), bapak-bapak bisa kena OTT. Saya pernah mengingatkan," kata Billy.

Billy juga menerangkan bahwa ia meminta ketiga terdakwa lainnya yang mengurus perizinan, untuk melaporkan setiap ASN di Pemkab Bekasi yang meminta uang.

"Saya ingatkan juga kepada mereka kalau ada yang minta uang, laporkan ke ibu bupati," ujar Billy.

Baca: Pengakuan Terdakwa Kasus Perizinan Meikarta: Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Minta Uang Rp 3,5 M

Menurutnya, tidak ada hubungan hirarkis antara dirinya dengan ketiga terdakwa, meskipun di luar, ketiga terdakwa ini menganggap Billy sebagai atasannya dengan menyebut Billy sebagai babe, santa dan sejenisnya.

"Saya mengenal Henry Jasmen sudah lama sekali dan Pak Fitradjaja, dikenalkan oleh Pak Henry. Bagi saya, Pak Fitradjaja ini orang pintar, kamus berjalan. Jadi saya sering berkomunikasi, kalaupun terkait Meikarta, Pak Fitradjaja tidak pernah meminta tagihan ke saya," ujar Billy.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved