Ngaji ke Petani Selo Boyolali, Gus Nabil Belajar Keikhlasan dan Ketulusan Mengkhidmati Pekerjaan

Banyak orang yang menganggap, menjadi petani adalah pilihan terakhir ketika tak ada lini pekerjaan lain yang bisa dipilih.

Ngaji ke Petani Selo Boyolali, Gus Nabil Belajar Keikhlasan dan Ketulusan Mengkhidmati Pekerjaan
Istimewa (GN7)
Gus Nabil bersama seorang petani di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. 

TRIBUNNEWS.COM, BOYOLALI - Ketua Umum PP Pagar Nusa yang juga Caleg DPR RI dari PDIP Dapil V, Muchamad Nabil Haroen, atau biasa dipanggil Gus Nabil terjun ke daerah pemilihannya, Rabu (13/2/2019).

Gus Nabil yang kini mempopulerkan dirinya dengan #GN7 menyerap aspirasi langsung dari petani pedesaan yang ada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

"Banyak orang yang menganggap, menjadi petani adalah pilihan terakhir ketika tak ada lini pekerjaan lain yang bisa dipilih. Padahal, semestinya, petani adalah pilihan pekerjaan yang harus digemari oleh masyarakat Indonesia," kata Gus Nabil

Gus Nabil berpendapat bahwa dari petanilah lumbung pangan negara terjaga, dari sanalah kas negara selalu ada pemasukan.

Gus Nabil bersama seorang petani di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Gus Nabil bersama seorang petani di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. (Istimewa (GN7))

Untuk itu, Gus Nabil bercita-cita akan melakukan pembelaan terhadap petani kecil mengingat pentingnya posisi petani dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan terutama dalam hal pemenuhan pangan nasional.

Gus Nabil mengibaratkan kunjungan ke petani dengan istilah Ngaji Pertanian. Jika selama ini, Alumni Pesantren Lirboyo yang akan jadi wakil rakyat Solo, Sukoharjo, Klaten dan Boyolali ini banyak bergelut dengan kitab-kitab kuning kali ini akan membuka lembaran-lembaran kitab pertanian.

"Pagi ini saya bertandang ke Selo Boyolali, untuk menyapa dan ngaji pertanian dengan petani setempat. Di sini saya bertemu dengan Pak Pasri, seorang petani wortel dan brokoli tangguh, yang setiap hari menghabiskan waktu di ladang. Saya diajari banyak hal, mulai dari budidaya tanaman hingga membaca kesuburan lahan," kata Gus Nabil.

Dari obrolan dengan Pak Pasri, Gus Nabil mengaku sangat terkesan dengan filosofi hidup seorang petani sangat tekun dan bangga dengan profesinya tersebut.

"Satu hal yang saya dapat darinya, ya soal keihklasan menjalani hidup dan ketulusan mengkhidmati pekerjaan.

Petani sudah ngopeni kita semua, saatnya kita gelem ngopeni petani, memperjuangkan hak mereka agar bahagia dan sejahtera," ujar Gus Nabil.

Penulis: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved