Mengenal Mama Barutressy, Mantan Guru yang Kini Jadi Penenun Kelas Wahid di Maluku

Selesai mengabdikan diri di dunia pendidikan, Maria Magdalena Barutressy Rangkoratat kini mengisi hari-harinya dengan menenun.

Mengenal Mama Barutressy, Mantan Guru yang Kini Jadi Penenun Kelas Wahid di Maluku
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Mama Barutressy foto bersama dengan Ibu Negara Iriana Jokowi di Kantor Deskrenada Maluku, Selasa (19/2/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, MALUKU - ‎Selesai mengabdikan diri di dunia pendidikan, Maria Magdalena Barutressy Rangkoratat kini mengisi hari-harinya dengan menenun.

Mantan guru SMA Negeri 1 Ambon itu fokus menenun kain sejak pensiun pada 2010 silam. Kini Mama Barutressy, sapaan akrabnya menjadi penenun kelas wahid di Maluku.

Ditemui di kantor Diskrenada Maluku, Selasa (19/2/2019) Mama Barutressy mengaku sejak kecil sudah diajarkan menenun oleh orang tuanya.

Rumahnya yang terletak di Lorong 2 SPK ‎Kel Benteng, Kec Nusaniwe, Ambon ini penuh dengan hasil karya tenunan karyanya.

Baca: Intip Daftar Nominasi Lengkap IMA Award 2019 yang akan Segera Digelar

Baca: Musim Batuk Saat Pancaroba, Jangan Buru-buru Menyerah Pada Antibiotik, Ikuti Saran Dokter Ini

Tenunan hingga batik produksi Mama Barutressy diberi nama Batik Juindah, kepanjangan dari Maju dan Indah. Sekelas Ibu Negara Iriana pun membeli tenun dari benang kapas buatannya.

Diketahui saat ini memang tidak banyak penenun yang memakai benang kapas organik. Sehingga wajar jika harga tenun kapas jauh lebih mahal.

Saat menunjungi kantor Deskranada Maluku, Iriana berkenalan langsung dengan Mama Barutressy. Iriana mengaku sangat tertarik dengan tenunan Mama Barutressy yang sangat rapih.

Sangking tertariknya, Iriana meminta Mama Barutressy mempraktekkan langsung cara menenun menggunakan alat tradisional.

Dengan senang hari, Mama Barutressy yang menggunakan baju merah mudah menenun sambil memberikan penjelasan ke istri Presiden Jokowi tersebut.

Obrolan keduanya terjalin akrab. Iriana bertanya apakah ada pantangan khusus jika ingin menenun, motif tenun hingga berpesan jangan sampai tenun kapas menjadi punah.

Pada Iriana, Mama Barutressy berjanji akan terus melestarikan tenun kapas. Bahkan Mama‎ Barutressy menyatakan cucunya kini sudah mahir menenun.

Puas berbincang, pertemuan Iriana dan Mama Barutressy diakhiri dengan foto bersama. ‎Iriana juga mendoakan Mama Barutressy agar selalu sehat sehingga bisa menjadi penjaga budaya kearifan lokal Maluku.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved