Pencari Kepiting Ditemukan Tewas Tersangkut Jaring

Selain Tim Basarnas yang menurunkan perahu karet, pencarian korban yang hilang juga melibatkan personel TNI AL, dan Koramil dan personil Polsek

Pencari Kepiting Ditemukan Tewas Tersangkut Jaring
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Misran Asri

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Bustamam (55) pencari kepiting warga Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh ditemukan meninggal dunia,  Selasa (5/3/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, korban sehari-hari mengais rezeki dengan mencari kepiting dan ikan di sungai biasanya selalu pulang menjelang sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB.

Namun, kemarin sore hingga pukul 21.00 WIB, Bustamam tak kunjung pulang ke rumah, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga, terutama bagi Kak Nur (48) panggilan istri korban yang begitu tahu rutinitas keseharian suaminya itu.

"Beliau biasanya berangkat mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, selalu makan siang di rumah. Kebetulan kemarin beliau pulang. Lalu, setelah makan siang, almarhum kembali melanjutkan aktivitas mulai pukul 13.30 WIB sampai 17.00 WIB," kata Kepala Jaga Harian (Kagahar) Kantor SAR Banda Aceh, Riza Fahlevi SKom, kepada Serambinews.com, Rabu (6/3/2019).

Menurutnya, keluarga yang was-was karena korban tidak pulang di luar kebiasaannya, akhirnya memutuskan mencarinya.

Baca: Seorang WNI Tewas Diterkam Buaya di Malaysia Saat Mencari Kepiting Bersama Keponakan

"Keluarga menemukan sepeda motor korban di dekat jembatan sungai Syiah Kuala (kawasan arah Makam Syiah Kuala). Selanjutnya keluarga memberitahukan warga sekitar lokasi dan menghubungi Basarnas," kata Riza.

Selain Tim Basarnas yang menurunkan perahu karet, pencarian korban yang hilang juga melibatkan personel TNI AL, dan Koramil serta pihak Polsek Kuta Alam.

Lalu ada personel Ditpolairud, relawan serta masyarakat setempat yang selanjutnya menyisir keberadaan korban yang diduga tenggelam di sungai tersebut.

Sekira pukul 02.45 WIB dini hari dan sudah memasuki Rabu (6/3/2019), korban akhirnya ditemukan meninggal berjarak kurang lebih 600 meter mengarah ke TPI Lampulo.

"Ketika ditemukan oleh warga dan nelayan setempat mayat korban tersangkut di jaring yang berbentuk seperti bubu sebagai jalur keluar masuk air sekaligus perangkap ikan," ungkap Kagahar Kantor SAR Banda Aceh ini.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved