Bawa Parang dan Ancam Nasabah di Bank BNI Dumai, Polisi Tembak Kaki Pelaku

"Informasi yang kami dapat ada seseorang bawa jerigen sama parang, masuk ke Bank BNI memecahkan kaca, mengancam nasabah," ujar Dedi

Bawa Parang dan Ancam Nasabah di Bank BNI Dumai, Polisi Tembak Kaki Pelaku
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi mengambil tindakan tegas terhadap pria yang diduga melakukan perampokan di Bank BNI Dumai, Riau, sekira pukul 10.00 WIB, Senin (11/3/2019).

Dari hasil olah TKP Polres Dumai, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pria tersebut memasuki Bank BNI dengan membawa parang dan jerigen.

Baca: Pelaku Perampokan Teriak-teriak Sambil Mengibaskan Parang di BNI Kota Dumai, Yanti pun Kabur

"Informasi yang kami dapat ada seseorang bawa jerigen sama parang, masuk ke Bank BNI memecahkan kaca, mengancam nasabah," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019).

Mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya ancaman di Bank BNI, aparat kepolisian langsung menuju lokasi.

Dedi mengatakan pelaku tak mau menyerah meski telah diperingatkah oleh aparat kepolisian. Sehingga polisi pun terpaksa mengambil tindakan tegas.

Pelaku terpaksa merasakan timah panas menembus kakinya, karena ancaman yang ditimbulkannya.

"Pelaku disuruh menyerah tidak menyerah, sehingga dilakukan (tindakan) secara tegas terukur. Melumpuhkan orang tersebut. Saat ini tersangka sedang didalam perawatan RS setempat," kata dia.

"Ditembak kakinya," sambungnya.

Jenderal bintang satu itu mengungkapkan pihaknya belum bisa menyimpulkan terkait motif pelaku dan apakah kasus tersebut adalah perampokan.

Baca: Aksi Perampokan di Bank BNI Dumai, Warga Malah Berebut Merekam Saat Dengar Suara Tembakan

Ia hanya menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kasus tersebut.

"Saat ini belum disimpulkan apakah itu perampokan ataupun pidana lainnya. Nggak ada (korban, - red). Kepolisian sudah melakukan tindakan secara cepat dan mitigasi agar tak terjadi kejadian yang lainnya," tukas Dedi.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved