Ada Usulan Khofifah Indar Parawansa Jadi Ketua Umum PPP

Sekretaris DPW PPP Jatim, Norman Zein Nahdi menjelaskan secara spesifik alasan pihaknya memunculkan nama Khofifah

Ada Usulan Khofifah Indar Parawansa Jadi Ketua Umum PPP
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
DOA BERSAMA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa hadir dalam doa bersama pelajar SMA dan SMK di Gedung Airlangga Convention Center, Surabaya, Jumat (1/3). Doa bersama yang diikuti sekitar 4.000 pelajar SMA dan SMK se-Provinsi Jawa Timur tersebut untuk memohon kelancaran dan kemudahaan menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan dilaksanakan pada 25-28 Maret 2019 untuk SMK/MAK, sedangkan untuk SMA/MA pada 1,2,4 dan 8 April 2019, serta Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer dan Smartphone (USBN BKS) pada 4 Maret 2019. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ) 

Laporan Wartawan Surya Bobby Constantine Koloway

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersiap menggelar Muktamar Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Ini menindaklanjuti keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menetapkan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy (Rommy), sebagai tersangka setelah sebelumnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Satu di antara agenda Munaslub tersebut adalah menentukan sosok Ketua Umum, pengganti Rommy.

Berdasarkan penjelasan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jatim, Musyaffa' Noer, saat ini DPP sedang menggelar pertemuan untuk menentukan jadwal Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang sekaligus membahas rencana Munaslub.

"PPP sedang kondisi darurat. Pekan ini akan segera digelar Rapimnas yang mengarah ke Munaslub," kata Musyaffa' ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (16/3/2019).

Terkait sosok yang masuk sebagai Ketua Umum, Musyaffa' menjelaskan bahwa nama  Khofifah  Indar Parawansa menjadi salah satu figur yang diusulkan.

Baca: Intip Rumah Mewah Romahurmuziy Alias Gus Rommy Ketum PPP yang Ditangkap KPK

"Kami dari Jatim, memperjuangkan Khofifah sebagai Ketua Umum PPP," kata Musyaffa' yang juga Anggota DPRD Jatim ini.

Sekretaris DPW PPP Jatim, Norman Zein Nahdi menjelaskan secara spesifik alasan pihaknya memunculkan nama Khofifah.

"Kami sepakat dengan usulan Ketua (Musyaffa')," kata Norman ketika dikonfirmasi terpisah.

Norman menjelaskan bahwa untuk menggantikan Rommy dibutuhkan figur yang tak asal pilih.

"Seharusnya, bukan sembarang orang. Sebab, Mas Rommy sudah membuat PPP lebih bergairah, lebih milenial dan lebih ketokohan," katanya.

"Sehingga, kalau Ketua Umum diganti oleh orang yang lemah dan slow-slow aja, PPP gawat, bahaya. Sehingga, untuk mengangkat, seharusnya orang yang tersohor, punya umat dan komitmen," kata Norman menjelaskan.

BERITA SELENGKAPNYA DISINI

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved