Masyarakat yang Tinggal di Daerah Ini Lebih Rentan Terkena Batu Ginjal

Batu ginjal berada di dalam saluran kemih ini seperti kristaldi sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, dan penyumbatan

Masyarakat yang Tinggal di Daerah Ini Lebih Rentan Terkena Batu Ginjal
Batu ginjal 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Batu Ginjal adalah keluhan yang paling banyak ditemukan di Siloam Hospital Bogor yang umumnya diderita oleh pasien pada usia sekitar 60 sampai 70 tahun.

Batu ginjal berada di dalam saluran kemih ini seperti kristal yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, dan penyumbatan aliran kemih atau infeksi.

Yang bisa berada di dalam ginjal maupun di dalam kandung kemih.

Pasien yang menderita batu ginjal ada kategori ringan dan berat (non inasive dan minim inasive).

"Untuk kasus batu ginjal ringan kami berikan obat sedangkan untuk kasus batu ginjal berat atau besarnya batu yang menyebabkan penyumbatan maka kami lakukan teropong atau penempatan laser dan pengobatan dengan metode ESWL," kata dokter Spesialis Urologi, dr juhadi Sunaryo SpU di Siloam Hospital Bogor belum lama ini.

Dikatakannya  iklim tropis di Indonesia ini maka masyarakat yang tinggal di daerah ini lebih rentan terkena batu ginjal sebab mereka lebih mudah terkena dehidrasi.

dr. Juhadi menjelaskan secara rinci tentang penyakit batu ginjal dan prostat.

Baca: Kebanyakan Minum Air Putih Bisa Membebani Ginjal, Bagaimana Cara Benar dan Sehat Mengonsumsinya?

Penyakit gagal ginjal di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karena hipertensi, diabetes melitus, kelainan bawaan, dan gangguan penyumbatan saluran kemih

Gangguan prostat merupakan penyakit yang umum dialami pria yang berusia diatas 50 tahun.

Secara umum, gangguan prostat yang dapat menyerang pria yaitu Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau biasa dikenal dengan pembesaran prostat sehingga terjadi penyempitan di saluran kemih, yang lambat laun akan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan urine dari kandung kemih.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved