Hingga Februari 2019, Polres Kupang Kota Tangani 12 Kasus Pencabulan

Hingga Februari 2019, pihak Kepolisian Resort (Polres) Kupang Kota menangani sebanyak 12 kasus pencabulan.

Hingga Februari 2019, Polres Kupang Kota Tangani 12 Kasus Pencabulan
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Hingga Februari 2019, pihak Kepolisian Resort (Polres) Kupang Kota menangani sebanyak 12 kasus pencabulan. 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Hingga Februari 2019, pihak Kepolisian Resort (Polres) Kupang Kota menangani sebanyak 12 kasus pencabulan.

"Untuk data tindak pidana pencabulan bulan Maret 2019 belum direkap," kata Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH melalui Kanit PPA Bripka Bregitha N. Usfinit, SH ketika ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya Sabtu (16/3/2019) sore.

Diakuinya, akhir-akhir ini kasus pencabulan yang ditangani pihaknya mengalami tren kenaikkan.

Diberitakan sebelumnya, Sosiolog dari Universitas Nusa Cendana Kupang (Undana) Kupang, Drs. Yos E. Jelahut, M.Si mengemukakan faktor penyebab maraknya kasus pencabulan anak dibawah umur di Kota Kupang.

Baca: Jadi Tersangka Pencabulan, Caleg di Padang Ini Jadi DPO Polisi

Baca: Sudah 4 Wanita Jadi Korban Penipuan dan Pencabulan Pria yang Mengaku sebagai Dukun

Dihubungi POS-KUPANG.COM per telepon pada Minggu (24/2/2019) siang, Yos mengemukakan empat faktor penyebab terjadinya pencabulan anak dibawah umur.

Faktor penyebab pertama, kata Yos, adalah faktor psikolgenesis yakni berkaitan dengan situasi kejiwaan pelakunya, seperti stress dan fantasi seksual yang tidak terkontrol.

Lebih lanjut, faktor penyebab kedua adalah faktor biogenis yakni berkaitan dengan tubuh secara biologis atau genetik seseorang pelakunya.

"Misalnya, orang-orang yang melakukan kekerasan seksual karena dia berasal dari keturunan yg memiliki warisan biologis atau genetis yang sangat agresif dalam hal seksualitas," jelas Yos.

Faktor penyebab ketiga, tutur Yos, yakni faktor-faktor sosiogenis, yakni berhubungan dengan situasi dan kondisi sosial tertentu.

Baca: Korban Pencabulan Ayah Kandung Ini Lahirkan Dua Anak Kembar

Baca: Polisi Ciduk Seorang Pria Pelaku Pencabulan Anaknya hingga Hamil

"Misalanya, lemahnya kontrol sosial karena masyarakat kini sedang bergerak pelan tapi pasti mulai meninggalkan komunalisme dan kolektifisme menuju individualisme dan liberalisme perilaku," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved