Peserta Apel Kebangsaan Mengeluh Ditarik Iuran Parkir Mobil Rp 10 Ribu di Kawasan Simpanglima

Ivan mengeluh dia diminta bayar parkir mobil sebesar Rp 10 ribu di kawasan Simpanglima.

Peserta Apel Kebangsaan Mengeluh Ditarik Iuran Parkir Mobil Rp 10 Ribu di Kawasan Simpanglima
net
Ilustrasi parkir mobil

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Kawasan Simpanglima Semarang dipadati pengunjung. Ribuan orang menghadiri Apel Kebangsaan yang diisi oleh tokoh agama dan tokoh nasional.

Tak hanya dari Kota Semarang, peserta yang hadir juga berasal dari daerah se-Jawa Tengah.

Peserta yang hadir dihibur oleh grup band papan atas seperti Letto dan Slank.

Namun keceriaan ini ternodai oleh ulah oknum juru parkir yang berada di sekitar kawasan Simpanglima.

Seperti yang dialami oleh Ivan, warga Ungaran, Kabupaten Semarang.

Dia bersama anak dan istri datang ke Simpanglima Kota Semarang untuk menghadiri Apel Kebangsaan "Kita Merah Putih".

Baca: Pekerjakan 40 WNI Ilegal di Jepang, Bos Perusahaan Perekrut Tenaga Kerja Ditangkap Polisi

Dia memarkir mobilnya di kawasan Taman Indonesia Kaya dan dimintai tarif parkir Rp 10 ribu oleh oknum petugas parkir.

"Bayar Rp 10 ribu di awal tapi tidak dikasih karcis parkir," kata Ivan, Minggu (17/3/2019).

Ivan menyebut, meski sempat memprotes ke juru parkir, namun dia tetap dipaksa membayar Rp 10 ribu.

"Kalau tidak mau saya disuruh parkir di tempat lain," katanya.

Ironis lantaran sebelum Apel Kebangsaan dibuka oleh MC, tim gabungan Satgas Saber Pungli Kota Semarang melakukan operasi parkir di sekitar kawasan Simpanglima.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved