20 Warga Desa Slangit Diduga Keracunan Usai Makan Pindang Ikan

Sebanyak 20 orang warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, diduga keracunan akibat memakan pindang.

20 Warga Desa Slangit Diduga Keracunan Usai Makan Pindang Ikan
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, tengah berada di Puskesmas Bangodua yang diduga keracunan akibat memakan pindang, Selasa (19/3/2019). TRIBUN JABAR/SITI MASITHOH 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Sebanyak 20 orang warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, diduga keracunan akibat memakan pindang pada Selasa (19/3/2019) pagi.

Warga memakan pindang saat tengah makan bersama dalam menyelesaikan pekerjaannya, yaitu membangun rumah milik Ida di Blok 4, Desa Slangit.

Para pekerja bangunan itu mulanya memakan pindang pukul 09.15 WIB dan merasakan sakit sekitar pukul 09.30 WIB.

"Lauknya sih biasa ada tempe ada sayur. Tapi setelah makan pindang itu rasanya gatal di tenggorokan, kepala juga pusing. Pindangnya juga saat dibelah sama sendok itu keras. Kami makan saja karena sedang lapar dan mau bekerja," kata Waji (39), warga Desa Slangit saat ditemui di Puskesmas Bangodua, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa (19/3/2019).

Waji menambahkan, seusai merasakan sakit, dia langsung dibawa ke puskesmas setempat pukul 11.00 WIB. Mukanya pun merah dan bengkak.

"Saya ini paling parah, makan 1,5 pindang. Kalau yang lain cuman makan 1 pindang saja. Saya awalnya juga merasakan bolak-balik buang air besar (BAB), perut nggak enak," kata Waji kepada Tribun Jabar.

Baca: Pemagang Indonesia Ditusuk di Kota Sano Jepang saat Menuju Masjid

Warga lainnya, Minadi (52), mengakui gejala yang serupa dialami oleh Waji. Dia pun tengah berbaring di puskesmas.

"Abis makan itu reaksi setengah jam. Padahal makan mah macam-macam, sampe kerupuk juga ada. Tapi makan pindang mah gatal di tenggorokan," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jabar, pindang tersebut dibeli dari penjual pindang keliling.

"Saya yang masak pindangnya. Biasa saja dibumbuin dahulu. Saya beli dari yang lewat, masih segar atau tidaknya nggak tahu, kan luarnya hitam. Saya hanya memasak saja," kata saudara Ida yang bertugas memasak, Sutini (50).

Kepala Puskesmas Bangodua, Maemunah, mengatakan, ada 14 orang yang awalnya datang ke puskesmas, kemudian bertambah menjadi 20 orang.

"Mereka merasakan mual-mula dan pusing," kata dia.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul 20 Warga Diduga Keracunan Setelah Makan Pindang Bersama, Tenggorokan Gatal dan Kepala Pusing

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved