Libatkan Warga untuk Solusi Sampah di Garut

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyesalkan terjadinya timbunan sampah dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Garut

Libatkan Warga untuk Solusi Sampah di Garut
TRIBUN/DANY PERMANA
Wasekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Satia Chandra Wiguna menyambangi redaksi Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (27/3/2018). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, GARUT-Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyesalkan terjadinya timbunan sampah dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Garut.

“Memprihatinkan. Timbunan sampah yang tidak terangkut menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi memunculkan masalah kesehatan untuk warga,” kata Wasekjen PSI yang juga Caleg DPR RI untuk Dapil Jawa Barat XI (Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Tasikmalaya), Satia Chandra Wiguna

Sudah lebih dari 21 hari sampah di sejumlah kawasan perumahan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tidak diangkut petugas. Masyarakat mengeluh dan berharap ditindaklanjuti pihak berwenang.

Baca: Mobil Masuk Balai Kota Bandung Harus Dilengkapi Tempat Sampah atau Kena Denda Rp 500 Ribu

Volume sampah rumah tangga di Garut setiap hari 860 kubik, sementara luas tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di kawasan Pasirbajing hanya 14 hektar. Tak mungkin menampung semua.

Chandra melanjutkan, timbunan sampah itu menandakan ada masalah dalam cara Pemkab Garut menangani sampah. “Selain mempercepat pembukaan TPA baru, seharusnya Pemkab Garut membuat peraturan terkait pengelolaan sehingga sampah bisa ditangani sejak di rumah dan tidak semua berujung di TPA,” kata Chandra,Rabu (20/3/2019).

Secara sederhana, lanjutnya Pemkab harus mendorong warga untuk memilah sampah menjadi dua, organik dan anorganik.  “Jika sudah dipilah, sampah organik tidak perlu dibuang. Bisa dijadikan pupuk atau ditanam ke tanah atau biopori. Baru yang anorganik dibuang,” kata Chandra.

Selain masalah kapasitas TPA yang kecil, kendaraan pengangkut sampah juga kurang sehingga sampah sering terlambat diangkut ke TPA. 

Baca: Apel Kebangsan Kita Merah Putih Sukses: Usai Acara Sampah Langsung Bersih

“Saya dengar ada penambahan unit kendaraan sampah tapi belum terealisasi lelangnya. Menyedihkan kalau urusan birokratis berdampak ke warga. Prosedur harus ditaati tapi kesigapan dalam bertindak itu wajib,” tuturnya.

Pemkab Garut, ia menegaskan kembali, harus selalu memperhatikan kesejahteraan petugas pengangkut sampah. “Mereka yang membuat lingkungan kita bersih dan sehat. Jangan sampai kesejahteraan mereka diabaikan,“ kata dia.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved