Sabu Antarkan Janda Dua Anak Kembali Masuk Penjara

Bukannya tobat, Rince justru membangun jaringan peredaran sabu ketika di dalam sel.

Sabu Antarkan Janda Dua Anak Kembali Masuk Penjara
Shutterstock
Ilustrasi sabu 

Laporan Wartawan Surya Danedra Kusumawardana
 

TRIBUNNEWS.COM,  MOJOKERTO -  Yut Tri Florince (35) warga Jalan Niaga, Kelurahan Sentanan, Kranggan, Kota Mojokerto kembali mendekam di sel penjara.

Pasalnya, janda dua orang anak kedapatan menyimpan sabu.

Mirisnya ia sudah pernah merasakan dinginnya ubin penjara.

Tersangka kembali mengedarkan sabu karena untuk membiayai sekolah buah hatinya.

"Permasalahan klise dalam kasus-kasus narkoba yakni berkaitan dengan finasial. Faktor keuangan mendorong orang untuk melakukan jual-beli sabu. Tersangka mendapat keuntungan Rp 50 ribu per paket hemat," kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, Sabtu (13/4/2019).

Sigit mengungkapkan, Yut Tri Florince dicokok anggota Satreskoba Polres Mojokerto Kota di kediamannya Selasa, (9/4/2019) pukul 22.00 WIB.

Baca: Jadi Pengedar Sabu, Dua Guru Honorer di Tanjab Barat Dibekuk BNN

Rince sapaan akrab tersangka, tak dapat berkutik saat polisi menggrebek rumahnya.

"Dari tangan tersangka kami berhasil mengamankan barang bukti paket sabu kemasan hemat seberat 0,40 gram, satu butir ekstasi, timbagan digital dan alat hisap sabu," ungkapnya. Sabtu (13/4).

Sebelumnya, Rince pernah mendekam selama 4 tahun di Lapas Porong, Kabupaten Sidoarjo karena kasus serupa.

Bukannya tobat, Rince justru membangun jaringan peredaran sabu ketika di dalam sel.

"Barangnya (sabu) diperoleh dari temannya di Lapas Porong. Kami masih melakukan pendalaman terkait hal ini. Tersangka bisa dibilang sudah pengalaman," ujarnya.

Selain meringkus Rince, dalam kurun waktu sebulan Maret hingga April anggota Satreskoba Polres Mojokerto Kota juga berhasil mengamankan 6 tersangka lain. Tersangka itu yakni Ayub Imaduddin (23), warga Desa Mojowono, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Ismail Waluyo (36), warga Kelurahan Gedongan, Magersari, Kota Mojokerto, dan Didik Budi (47), warga Kelurahan Mentikan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Selanjutnya, Cahyono (42), warga Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rizal Nur Iman (27), warga Desa Beratkulon, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, dan Rizki Fadlulloh (20), warga Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto.

"Total barang bukti yang kami amankan dari 7 tersangka yakni 5,82 gram sabu, seribu butir dobel L dan satu butir ekstasi," sebut Kapolres.

Akibat perbuatannya, Rince dan 6 tersangka harus mendekam di penjara Polres Mojokerto Kota. Para tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved