IKI Bantu Warga Cinben Terluar di Kabupaten Bogor dapat Akta Lahir

Warga cukup sulit mengakses kantor pemerintahan karfaktor jarak yang jauh ke Cibinong Bogor serta akses infra struktur langit (sinyal)

IKI Bantu Warga Cinben Terluar di Kabupaten Bogor dapat Akta Lahir
istimewa
Penyerahan akta kelahiran kepada warga Ciresek, Parung Panjang, Kab Bogor oleh Dinas Dukcapil Yusuf, disaksikan peneliti senior IKI, Eddy Setiawan dan Prasetyadji. 15/4/2019 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) membantu pengurusan dokumen kependudukan terutama akta lahir kepada warga China Benteng (CinBen) Kabupaten Bogor, Senin (15/4/2019).

Kristin, pengurus wihara setempat menyampaikan rasa terima kasih kepada IKI yang telah membantu dan memfasilitasi pembuatan akta kelahiran bagi umat wihara dan sekitarnya, yang selama ini cukup sulit karena faktor jarak yang tempuh selama 5-6 jam ke Cibinong Bogor dan materi, serta akses infra struktur langit (sinyal).

Wihara itu bernama wihara Windu Paramita (Hok Tek Tjeng Sin Bio) yang terletak di ujung kabupaten Bogor yang berbatasan dengan kabupaten Tangerang.

Tepatnya di Kampung Ciresek Rt 002/005 Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Baca: Ungkapkan Keburukan Vicky Prasetyo, Anggia Chan: Dia Nginap Sama Cewek di Hotel, Aku yang Ngurus!

Perlu perjuangan panjang untuk sampai di daerah ini, karena di jalan raya Legok - Parung Panjang, yang merupakan daerah pertambangan batu belah dari Gunung Sidamanik kondisinya memprihatinkan.

Banyak truk pengangkut batu belah parkir di pinggir jalan menunggu pukul 22:00 malam untuk bisa memasuki kawasan Kabupaten Tangerang.

"Seumur hidup baru ini kali kami merasakan adanya pelayanan dari Pemerintah khususnya administrasi kependudukan berkat bantuan IKI", kata En Cong sesepuh kampung Ciresek.

Lau Coan Cay, pria paroh baya yang beristeri Misti, warga Ponorogo, Jawa Timur, yang biasa berjualan mie ayam bakso sangat bergembira, sujud syukur ketika dibagikan akta kelahiran siang hari itu.

"Mudah-mudahan kalau Tuhan kasih rejeki, saya bisa perli ke luar negeri", harapnya.

Mewakili Yayasan IKI, Prasetyadji dan Eddy Setiawan mengatakan kepada warga, semoga dengan mendapatkan akta kelahiran ini, tidak ada lagi diskriminasi dalam hal kewarganegaraan atau kependudukan.

"Sekarang masyarakat bisa mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan dari pemerintah," ujar mereka.

Yusuf yang mewakili Dukcapil Kab Bogor berterima kasih kepada IKI yang sudah sekian tahun membantu Dukcapil dalam melakukan pelayanan keliling kepada masyarakat.

Menurut peneliti senior IKI, dalam pelayanan keliling ini langsung diterbitkan 450 akta kelahiran.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved