Pemkab Tasikmaya Belum Terima Info Resmi dari Kejati Terkait Status Tersangka Sejumlah Pejabat

Iin mengatakan kasus ini harus menjadi pembelajaran agar setiap pemangku jabatan bisa bekerja sesuai aturan

Pemkab Tasikmaya  Belum Terima Info Resmi dari Kejati Terkait Status Tersangka Sejumlah Pejabat
Ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA -  Pemkab Tasikmalaya mengaku belum mendapat informasi resmi dari pihak Kejati terkait penetapan lima tersangka pejabat terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan Jembatan di ruas jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga).

"Sampai saat ini kami belum menerima keputusan atau salinan dari Kejati. Kami proaktif untuk kaitannya dengan penegakan hukum," kata pelaksana harian Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Iin Aminudin, Kamis (25/4/2019).

Pihak Pemkab, dikatakan Iin, akan melakukan pendampingan bagi sejumlah ASN yang terlibat.

"Kalau seandainya ada PNS, kan, kami ada lembaga bantuan hukum. Tentu akan didampingi dari bantuan hukum Korpri. Tapi saya juga belum tahu," ujarnya.

Iin mengatakan kasus ini harus menjadi pembelajaran agar setiap pemangku jabatan bisa bekerja sesuai aturan.

Baca: Jadi Tersangka, Wali Kota Tasikmalaya Hari Ini Dikabarkan Masih Ada di Rumahnya

"Kami rasa ini harus jadi cermin. Kami harus lebih hari-hati dan wsaspada. Mematuhi aturan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan penyalahgunaan wewenang," ucap Iin.

Rabu (24/4/2019) kemarin Kejati Jabar menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan Jembatan di ruas jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga).

Kelima Tersangka ialah BA selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017, RR selaku PPK, MM selaku Ketua Tim teknis dan PPHP, DS selaku pihak swasta, dan IP selaku pihak swasta.

Kejati Jabar telah memeriksa saksi sebanyak 22 orang.

Rencananya bupati terdahulu, Uu Ruzhanul Ulum akan dimintai keterangan bila diperlukan.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved