Begini Nasib Pilot Lion Air yang Pukul Roomboy Hotel di Surabaya, Berikut Fakta-faktanya

Nasib pilot Lion Air yang pukul roomboy hotel di Surabaya akan dijerat pasal penganiayaan oleh tim penyidik Polrestabes Surabaya.

Begini Nasib Pilot Lion Air yang Pukul Roomboy Hotel di Surabaya, Berikut Fakta-faktanya
Tangkap layar Facebook via Kompascom
Pilot Lion Air Pukul Pegawai Hotel 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Nasib pilot Lion Air yang pukul roomboy hotel di Surabaya akan dijerat pasal penganiayaan oleh tim penyidik Polrestabes Surabaya.

Update terbaru kasus ini, polisi mengaku sudah menemukan bukti-bukti penganiayaan yang dilakukan pilot Lion Air tersebut.

Di artikel ini Anda juga bisa menyimak fakta-fakta dan kronologi kejadian pilot Lion Air tega aniaya pegawai hotel di Surabaya.

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menaikkan status kasus penganiayaan yang dilakukan terhadap pegawai hotel oleh pilot Lion Air berinisial AG ke tingkat penyidikan.

Baca: Live Streaming Persija Jakarta vs Bali United Piala Indonesia 2019 15.00 WIB Hari Ini di RCTI

Baca: Berkarier di Politik Tak Hanya Bermodal Keberanian

Baca: Link Live Streaming Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 2019, Serta 2 Metode Menentukan Awal Puasa

"Penyelidikannya telah kami lakukan sejak video penganiayaannya beredar di media sosial," ujar Wakil Kepala Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Leonardus Simarmata kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (4/05/2019), seperti dikutip Surya.co.id dari kantor berita Antara.

Dalam video yang beredar di media sosial, pilot AG terlihat beberapa kali melayangkan pukulan terhadap karyawan Hotel La Lisa Surabaya berinisial AR.

"Berdasarkan video yang viral itu, kami segera terjunkan petugas untuk cek ke lokasi Hotel La Lisa dan ternyata memang benar terjadi pada tanggal 30 April 2019," ucapnya.

Berdasarkan penyelidikan polisi, penganiayaan itu dilakukan oleh pilot AG karena seragam yang dicuci menggunakan jasa di hotel tersebut dirasa kurang rapi.

"Kemarin korban AR telah melaporkan resmi perkara ini ke Polrestabes Surabaya. Lalu tadi malam kami lakukan gelar perkara," kata Simarmata.

Sesuai gelar perkara itulah, kata dia, Polrestabes Surabaya kemudian menaikkan status kasus penganiayaan ini menjadi penyidikan, namun polisi belum menetapkan pilot AG sebagai tersangka.

"Status pelaku masih sebagai terlapor. Kami telah melakukan pemanggilan terhadap pilot AG untuk dimintai keterangan pada 16 Mei mendatang," katanya.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved