Sindikat Perdagangan Orang Terbongkar, Korban Dikirim Jadi PRT ke Suriah

Polda NTB berhasil meringkus dua gembong (tekong) pelaku perdagangan orang yang beroperasi di Kabupaten Lombok

Sindikat Perdagangan Orang Terbongkar, Korban Dikirim Jadi PRT ke Suriah
Tribun Bali/Manik Priyo Prabowo
Ilustrasi wanita korban perdagangan orang 

TRIBUNNEWS.COM, MATARAM -- Polda NTB berhasil meringkus dua gembong (tekong) pelaku perdagangan orang yang beroperasi di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur.

Menurut Kasubdit Ditreskrimus Polda NTB Ni Made Pujewati, banyak buruh migran Indonesia (BMI) dan tenaga kerja wanita (TKW) yang jadi korban perdagangan orang, sehingga kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jadi prioritas yang harus dituntaskan.

Di Lombok Barat, Polda NTB berhasil membekuk Hj. Asm alias BE (48), warga Desa Kuripan, Lombok Barat.

Juga membekuk Evi (42), warga Desa Kuripan yang menetap di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.

Modus keduanya yakni bersekongkol merekrut buruh migran Indonesia untuk menjadi pembantu rumah tangga (PRT) di Abu Dhabi, kemudian belakangan ke Damaskus, Suriah.

Para korban tertarik lantaran diimingi gaji Rp 6 juta per bulan.

"Waktu itu perekrutannya September 2015, setelah korban dipulangkan kasus ini baru terungkap," kata Pujewati, Selasa (8/5/2019).

Menurut Pujewati, kasus ini baru terungkap ketika ada korban yang berani melapor ke polisi.

Korban bernama SH yang berasal dari desa yang sama dengan pelaku.

Korban SH ini direkrut oleh BE, kemudian dibawa ke Malang, Jawa Timur, dan ditampung di rumah Evi.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved