Mata Kanan Ipda Akhmad Tak Bisa Melihat Lagi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemberian kompensasi ini sebagai bentuk perlindungan negara terhadap warganya.

Mata Kanan Ipda Akhmad Tak Bisa Melihat Lagi
Tribun Jatim/fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat bersalaman dengn Ipda Akhmad NH korban ledakn bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela yang mendapat kompensasi dari negara, Rabu (15/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA- Tragedi bom bunuh diri di tiga gereja dan Polrestabes Surabaya terjadi satu tahun lalu. Para korban aksi terorisme pada 13 Mei 2018 lalu itu mendapatkan kompensasi dari negara pada Rabu (15/5/2019) kemarin.

Penyerahan kompensasi pada korban tragedi bom Surabaya itu dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Total kompensasi untuk para korban ledakan bom di tiga gereja tersebut Rp 1,1 miliar.

 Kompensasi diserahkan kepada 16 orang korban, mulai yang mengalami luka bakar, luka percikan bom, hingga yang mengalami cedera parah.  Inspektur Dua (Ipda) Akhmad NH, menjadi korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, tampak tegar didampingi sang istri, Nunung.

 Saat disalami Gubernur Khofifah Indar Parawansa, ia tak dapat berdiri dari kursi roda karena menderita cedera parah di kaki kiri. Tulang kakinya patah dan belum bisa tersambung. Selain itu mata kanannya juga tak bisa melihat.

 "Setahun lalu adalah kejadian luar biasa bagi Surabaya. Warga Surabaya nggak boleh takut. Kita hadapi sama‑sama untuk keamanana Surabaya, semoga tak terulang," kata Ipda Akhmad.

Baca: Kepala Kontraterorisme Malaysia: ‘Gerombolan serigala ISIS’ di Malaysia teradikalisasi anggota ISIS asal Indonesia

Ia mengungkapkan saat itu sedang patroli pengaturan lalu lintas di sekitar gereja. Lantaran sesi misa pertama sudah selesai dan jelang misa kedua suasana agak sepi,  Ipda Akhmat duduk di depan pos sekuriti.

 "Saat itulah pembawa bom masuk dan meledakkan diri. Kami sama sekali tidak menyangka ini bakal terjadi peristiwa itu," katanya. Hingga saat ini Ipda Akhmat belum bisa bekerja. Ia masih aktif menjalani perawatan fisioterapi dan upaya pemulihan lainnya.

 Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh negara. Ia mengaku bersyukur negara memberikan kompensasi dn perhatian pada mereka yang menjadi korban tindakan terorisme di Surabaya.

 "Pemberian kompensasi ini adalah putusan pengadilan yaitu mereka berhak atas kompensasi dari negara. Total kompensasi yang dibayarkan negara Rp 1,1 miliar. Jumlah untuk tiap korban berbeda‑beda," kata Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo.

 Kompensasi ini, menurutnya, sesuai aturan tentang hak‑hak korban yang dituangkan dan dijamin dalam undang‑undang. Bahkan mereka para korban yang masih harus menjalani perawatan fisik juga biayanya ditanggung negara.

Baca: 2 WNI Diamankan PDRM, Diduga Terlibat Rencana Terorisme di Malaysia

 Menurutnya, kondisi itu membuktikan adanya keseriusan negara untuk hadir memberikan layanan dan keadilan kepada masyarakat,  khususnya korban tindak pidana terorisme. Saat ini memang baru 16 korban yang diberikan kompensasi.

 Namun di masa mendatang bisa jadi bakal bertambah. Selain itu, LPSK juga melakukan pendampingan terhadap layanan rehabilitasi medis bagi mereka yang cedera. Selanjutnya memberikan bantuan psikososial seusai melewati masa penyembuhan.

 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemberian kompensasi ini sebagai bentuk perlindungan negara terhadap warganya.

Baca: Prabowo Ajak Pendukungnya Salat Gaib untuk Petugas KPPS

Ia berterimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan pendampingan terhadap korban ledakan tiga gereja di Surabaya.

 Pemprov siap memberikan pendampingan psikososial terhadap para korban.  "Mudah‑mudahan secara psikologis dapat penguatan, dan apabila dibutuhkan psikososial, terapi kami segera melakukan koordinasi. Kita semua bertanggungjawab memberikan proses psikososial,"  kata Khofifah. (surya/fz)

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved