Home »

Sains

Menelisik Blunder Pertama Hitler dalam Perang Dunia II

Tinggal tarik pelatuk, ratusan ribu tentara Inggris-Perancis itu dijamin mati konyol di sepanjang pantai pelabuhan Belgia itu.

Menelisik Blunder Pertama Hitler dalam Perang Dunia II
BBC
Gambar Hitler dan Mussolini di krim kopi di Swiss mengejutkan para pelanggan. 

TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Jerman hanya berjarak beberapa mil dari Pelabuhan Dunkirk, Belgia.

Di pelabuhan itu, ratusan ribu tentara Perancis dan Inggris tengah berkumpul dan bersiap-siap mengungsi ke Inggris

Ibarat menunggu ajal, ini akan menjadi pertarungan dengan jumlah tak imbang. Dengan 10 divisi panser dan 133 divisi infantri dan pasukan bermotor, Jerman bakal menjadikan Pelabuhan Dunkirk sebagai ladang pembantaian prajurit Perancis-Inggris.

Sekali pukul saja, 338.000 tentara yang sebagian besar adalah tentara Inggris itu pasti tewas. Posisi mereka sudah benar-benar terjepit untuk menyeberang laut dan menyelamatkan diri ke tanah Inggris.

Sejak Adolf Hitler menggagas rencana mencaplok Eropa Barat pada 10 Mei 1940, laju pasukan Jerman di bawah komando Jenderal Heinz Guderian memang sudah tak bisa dibendung Sekutu, terutama Perancis dan Inggris. Sekutu termakan strategi Jerman.

Ya, tipu daya Jerman ternyata berhasil mengecoh gabungan tentara Perancis-Inggris hingga terbelah dua. Umpan Jerman yang memusatkan kekuatan besarnya dengan menyerbu Belanda dan Belgia "termakan" oleh Perancis-Inggris.

Sebaliknya, dari sayap kiri, yaitu Pegunungan Ardennes, tank-tank dan pasukan bermotor Jerman terus menerobos leluasa hingga mampu membelah kekuatan Perancis-Inggris di Dunkirk.

Jenderal Guderian dan ribuan pasukannya hanya sejengkal dari Dunkirk. Tinggal tarik pelatuk, ratusan ribu tentara Inggris-Perancis itu dijamin mati konyol di sepanjang pantai pelabuhan Belgia itu.

Tiba-tiba, semua berubah total. Dewi Fortuna masih berpihak pada Perancis-Inggris. 

Tanpa bisa dimengerti dan ditawar oleh Guderian, Hitler memerintahkannya untuk berhenti. Orang nomor satu di Jerman itu menitahkan Guderian untuk tidak maju selangkah pun ke Dunkirk. 

Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help