Home »

Sains

Tepung Kaya Gizi Buatan Guru Besar IPB Ini Bahan Dasarnya Pupa Ulat Sutera dan Lele

Salah satu bahan alternatif kaya gizi adalah pupa ulat sutera yang memiliki kandungan kaya gizi dan dapat dijadikan pangan

Tepung Kaya Gizi Buatan Guru Besar IPB Ini Bahan Dasarnya Pupa Ulat Sutera dan Lele
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ulat sutera 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Kesehatan bukanlah sebuah kondisi yang statis pada diri manusia, tetapi sehat adalah proses yang dinamis, progresif, dan kontinyu.

Hal tersebutlah yang menjadikan kegiatan sehari-hari manusia berpengaruh terhadap kondisi tubuhnya termasuk bagaimana pola makan dan kualitas asupan gizi yang diterima.

Hingga saat ini Indonesia masih memiliki beragam masalah gizi yang mempengaruhi kondisi kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

Beberapa masalah gizi yang ditemui di Indonesia ialah kurang energi protein, kurang vitamin A, anemia gizi besi, gizi lebih, dan kurang iodium.

Masalah gizi yang terjadi pada masa pertumbuhan dapat berdampak pada kognitif, imunitas, produktivitas kerja, hingga memicu berbagai penyakit.

Berangkat dari masalah tersebut, Guru Besar Guru Besar Gizi Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr drh Clara Meliyanti Koesharto, MSc mengembangkan pangan yang mengeksplorasi alternatif pangan terbarukan berbasis sumber daya lokal sebagai usaha intervensi gizi.

Guru Besar Guru Besar Gizi Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr drh Clara Meliyanti Koesharto, MSc
Guru Besar Guru Besar Gizi Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr drh Clara Meliyanti Koesharto, MSc (ISTIMEWA)

Salah satu bahan alternatif kaya gizi adalah pupa ulat sutera yang memiliki kandungan kaya gizi dan dapat dijadikan pangan

Pupa yang dibuat menjadi tepung bahan pangan itu diberi label sebagai Pury dan telah mendapat paten.

Usaha ini disambut baik oleh masyarakat Sulawesi Selatan sebagai salah satu produsen sutera terbesar di Indonesia.

Selama ini pupa ulat sutera tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah dalam industri kain sutera.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help