Home »

Sains

Bencana Badai Irma Bisa Jelaskan Bila Bumi Itu Bulat, Bukan Datar

Beberapa waktu terakhir, dunia diresahkan dengan serangan badai, yang diberi nama secara alfabetis.

Bencana Badai Irma Bisa Jelaskan Bila Bumi Itu Bulat, Bukan Datar
EPA
Serangan Badai Irma menghancurkan pemukiman warga di Florida, AS 

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa waktu terakhir, dunia diresahkan dengan serangan badai, yang diberi nama secara alfabetis. Mulai Harvey, Irma, dan Jose. Gara-gara badai ini, sejumlah wilayah rusak.

Selain memberi alarm soal perubahan iklim, ketiga badai itu juga memberi petunjuk bahwa bumi benar-benar bulat dan berotasi.

Ini berguna bagi kita yang masih percaya bahwa bumi itu datar atau bisa digunakan untuk menjelaskan ke teman kita yang mempercayainya tanpa alasan ilmiah.

Badai awalnya terbentuk karena udara yang hangat dan lembab naik ke atas, memicu pembentukan area di tengah dengan tekanan udara rendah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, salah satu syarat terbentuknya siklon tropis adalah suhu permukaan laut sekurang-kurangnya 26.5 derajat Celsius hingga ke kedalaman 60 meter.

Syarat lain diantaranya adalah atmosfer lembab pada ketinggian 5 km serta terjadi pada jarak setidaknya 500 km dari khatulistiwa.

Badai, seperti umumnya ditunjukkan dalam foto-foto, punya bentuk lingkaran. Badai berputar searah jarum jam jika terbentuk di selatan khatulistiwa dan berlawanan arah jarum jam jika terbentuk di utara.

Bila bumi bulat, badai yang berbentuk lingkaran ini menemukan penjelasan ilmiahnya. Itu disebabkan gaya koriolis yang dipicu oleh perbedaan kecepatan rotasi di khatulistiwa dan di kutub.

Ketika massa uap air mengarah ke pusat badai yang punya tekanan rendah, gaya koriolis berperan memutar searah atau berlawanan arah dengan jarum jam.

Astronom amatir Ma'rufin Sudibyo mengatakan, jika bumi datar dan tak mengenal rotasi, seharusnya badai tidak punya bentuk seperti yang saat ini dijumpai dalam foto dan video di media sosial.

Halaman
12
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help