Home »

Sains

Kasus Gigitan Ular di Indonesia Makin Banyak, Pemerintah Disarankan Lakukan Hal Ini

Hingga kini pemerintah baru memiliki satu anti bisa ular polivalen yang dapat digunakan untuk tiga jenis bisa ular.

Kasus Gigitan Ular di Indonesia Makin Banyak, Pemerintah Disarankan Lakukan Hal Ini
liveleak
ULAR 

TRIBUNNEWS.COM - Di Indonesia, ada 76 jenis ular yang berbisa. Jika tergigit, masyarakat bisa mengalami kelumpuhan hingga kematian.

Meski tak ada data resmi kasus gigitan ular, jumlah perkiraan korban akibat gigitan ular mencapai 135.000. Jumlah itu baru yang dilaporkan ke rumah sakit dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), sedangkan yang tidak dilaporkan bisa jauh lebih banyak.

Baca: Hina Presiden dan Kapolri di Instagram, Pemuda 21 Tahun ini Dicokok Polda Jatim

Pakar gigitan ular dan toksikologi DR. dr. Tri Maharani, M.Si SP.EM berkata bahwa pemerintah telah menganggap serius dan mencari jalan keluar kasus gigitan ular. Hal ini diketahui setelah Tri melakukan sejumlah pertemuan dengan Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu.

“Pemerintah sepakat akan membuat sebuah program untuk menyelamatkan Indonesia dari gigitan ular,” kata Tri saat dihubungi, Senin (9/10/2017).

Tri menuturkan, terlebih dulu akan dilakukan pemetaan ular yang ada di Indonesia oleh sejumlah herpetolog.

Sementara itu, Tri dan Remote Envenomation Consultant Service (RECS) Indonesia akan berkecimpung dalam penanganan awal gigitan ular dengan melatih para dokter dan perawat, antara lain terkait dengan indentifikasi pemakaian dan presentase dosis anti bisa.

Hingga kini pemerintah baru memiliki satu anti bisa ular polivalen yang dapat digunakan untuk tiga jenis bisa ular. Idealnya, satu jenis ular ditangani dengan satu monovalen. Untuk itu, pembuatan anti bisa ular baru akan dikerjakan oleh Bio Farma, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan pihak universitas.

“Nah, itu bukan bagianku. Tapi yang akan aku lakukan sekarang adalah membuat sebuah kit (perangkat) untuk mendeteksi bisa ular, karena mendeteksi hanya bisa dilakukan oleh para dokter,” kata Tri.

Menurut Tri, tindak lanjut program akan berjaan dalam waktu dekat. Pada bulan Oktober 2017, misalnya, akan dimulai dengan pedoman penanganan gigitan ular.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farid Moeloek yang ditemui seusai acara penyerahan sertifikat 13 daerah bebas kaki gajah mengatakan, program penyelamatan akibat gigitan ular akan memakan waktu yang panjang. Untuk membuat serum, diperlukan serangkaian percobaan agar dapat diaplikasikan ke tubuh manusia.

“Itu penelitiannya lama, masih panjang. Nanti harus clinical trial (percobaan klinis) dan sebagainya,” kata Nila.

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Kasus Gigitan Ular Makin Banyak, Pemerintah Bikin Program Penyelamatan

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help