Gempa di Sulteng

Penjelasan BMKG Setelah Disebut Gagal Beri Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa di Sulteng

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG membantah tuduhan, BMKG gagal memberikan peringatan dini tsunami setelah gempa.

Penjelasan BMKG Setelah Disebut Gagal Beri Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa di Sulteng
Tribunbarru.com/Akbar
Suasana di Kampung Petobo pasca gempa dan tsunami, Sabtu (6/10/2018). 

Misalnya BNPB, BPBD, TNI, POLRI, serta media penyiaran, melalui berbagai moda diseminasi.

Baca: 1.755 Jenazah Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng Telah Dimakamkan, 1 di Antaranya WNA Korsel

Yaitu via SMS, e-mail, facsimile, Warning Receiver System (WRS), website BMKG, dan sosial media seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap hasil observasi muka laut di Mamuju, tercatat adanya tsunami setinggi 6 cm pukul 18.27 WITA.

Sementara jarak antara Palu dan Mamuju adalah 237 km.

Baca: 4 Misteri Tsunami Palu Akhirnya Terjawab dari Tinggi Gelombang sampai Alasan Peringatan Dini Dicabut

Hasil temuan di lapangan oleh pegawai BMKG Palu menunjukkan, pukul 18.27 WITA ada genangan air setinggi 30 sentimeter di Pelabuhan Pantoloan, pada jarak 100 sampai 200 meter dari pantai.

Kemudian pukul 18.30 WITA, ditemukan genangan air setinggi 10 sentimeter di kantor Bea Cukai Pantoloan dan ada kapal terdampar menutupi jalan raya.

Ini merupakan fakta, saat itu tsunami sebenarnya sudah surut.

Berdasarkan catatan muka laut di Pantoloan diketahui, gempa terjadi pada pukul 18.02 WITA.

Air laut surut terjadi pukul 18.08 WITA dan tsunami maksimum terjadi pukul 18.10 WITA.

Berdasarkan hasil pemutakhiran mekanisme sumber gempa menunjukkan, gempa yang terjadi memiliki pergeseran mendatar dan hasil observasi tinggi tsunami.

Halaman
1234
Editor: sri juliati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved