Cuaca Dingin Bikin Kantuk, Kok Bisa?

Saat musim hujan, kadang udara pagi terasa dingin. Bukannya terbangun, malah semakin membuat kita makin mengantuk dan enak tidur.

Cuaca Dingin Bikin Kantuk, Kok Bisa?
Pexels' Contributor
Ilustrasi menutup tubuh saat udara dingin 

TRIBUNNEWS.COM - Saat musim hujan, kadang udara pagi terasa dingin. Bukannya terbangun, malah semakin membuat kita makin mengantuk dan enak tidur.

Yang jadi pertanyaan, benarkah cuaca dingin bisa memengaruhi rasa kantuk? 

Pertama-tama, kenali istilah "homeostasis suhu" yang terjadi di tubuh kita. Homeostasis suhu adalah kemampuan tubuh untuk mengatur suhu di antara 36 - 38 derajat celcius.

Tubuh kita bisa bereaksi terhadap keadaan lingkungan dengan cepat, termasuk saat suhu lingkungan berubah.

Saat panas mulai berkurang dari tubuh, suhu inti di tubuh kita juga menurun. Saat itulah tubuh kita merinding atau menggigil, lalu insting kita mengatakan untuk mencari tempat yang lebih hangat.

Nah, kalau sampai suhu tubuh kita menurun sampai 35 derajat celcius, kita bisa mengalami hipotermia ringan. Hipotermia ringan inilah yang kemungkinan bisa membuat kita jadi mengantuk.

Ada alasannya, mengapa suhu tubuh kita terjaga. Soalnya, dalam suhu normal, reaksi bio-kimia dalam tubuh berjalan lancar.

Nah, kalau misalnya suhu tubuh menurun, otak kita tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Kemudian, kita akan bereaksi lebih lambat pada rangsangan, gangguan tertentu, dan kelelahan.

Meski tandanya jelas, seseorang yang mengalami hipotermia ringan mungkin tidak menyadarinya. Karena suhu terus turun, orang tersebut jadi semakin kelelahan dan mengantuk.

Ini bisa terjadi ketika kita berada di tempat dengan suhu dingin dalam waktu yang lama.

Kalau suhu tubuh ada di bawah 35 derajat Celcius, hipotermia bisa meningkat ke level yang lebih tinggi.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved