CPNS 2018

H-1 Penutupan Pendaftaran CPNS 2018, BKN Terima Banyak Laporan soal Penipuan Bermodus File Corrupt

BKN menerima banyak laporan soal penipuan yang menggunakan modus bisa memperbaiki dokumen persyaratan CPNS 2018 yang tidak terbaca.

H-1 Penutupan Pendaftaran CPNS 2018, BKN Terima Banyak Laporan soal Penipuan Bermodus File Corrupt
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
BKN menerima banyak laporan soal penipuan yang mengatakan bisa mengatasi dokumen persyaratan pendaftaran CPNS 2018 tidak terbaca. 

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang akhir pendaftaran CPNS 2018, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menerima banyak laporan soal penipuan.

Pendaftaran CPNS 2018 diketahui akan ditutup besok Senin (15/10/2018).

Hingga Jumat (12/10/2018), BKN melaporkan total pelamar CPNS 2018 mencapai 4.228.686 orang.

Dari total sekian, pelamar yang menyelesaikan pendaftarannya baru mencapai 2.802.751 orang.

Baca: Daftar Titik Lokasi Tes CAT di Seluruh Indonesia, Pendaftaran CPNS 2018 Ditutup 15 Oktober

Sejumlah pelamar CPNS 2018 diketahui mengalami beberapa kendala, di antaranya adalah soal dokumen persyaratan tidak terbaca atau file corrupt.

Dikutip Tribunnews dari Kompas.com, berkaitan dengan hal ini, BKN ternyata menerima banyak laporan dari soal penipuan yang menggunakan modus bisa memperbaiki file corrupt.

"Kami mendapat laporan penipuan. Pelamar dihubungi pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, mengatasnamakan panitia instansi yang bersedia membantu file corrupt dengan imbalan tertentu," ujar Kepala Biro Humas BKN, Muhammad Ridwan saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (13/10/2018).

Lewat Twitter, BKN mengimbau pelamar CPNS 2018 untuk mengabaikan e-mail atau pesan singkat yang mengatas namakan BKN-RI.

Pasalnya, BKN tidak akan menghubungi pelamar via media sosial, messenger, ataupun telepon.

"#SobatBKN jika menerima notifikasi via email dengan domain bkn.go.id atau sms resmi BKN-RI terkait dokumen unggahan corrupt, jangan panik.

Halaman
1234
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help