Insiden Surabaya Membara

Cucu Bung Tomo: Seharusnya Ada Koordinasi Saat Pertunjukan Surabaya Membara

Cucu Bung Tomo, Agustanzil Sjahroezah menyesalkan pertunjukan drama kolosal Surabaya Membara yang justru malah memakan korban, Jumat (9/11/2018).

Cucu Bung Tomo: Seharusnya Ada Koordinasi Saat Pertunjukan Surabaya Membara
kompas.com/ REZA JURNALISTON
Cucu Pahlawan Bung Tomo, Agustanzil Sjahroezah saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

TRIBUNNEWS.COM - Cucu Bung Tomo, Agustanzil Sjahroezah menyesalkan pertunjukan drama kolosal Surabaya Membara yang justru malah memakan korban, Jumat (9/11/2018).

Agustanzil Sjahroezah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan 2018 menyayangkan kejadian di Surabaya tersebut.

"Sudah seharusnya ada koordinasi yang baik dari panitia penyelenggara agar acara peringatan hari Pahlawan ke-73 di Surabaya dapat berjalan secara lancar," tutur Agustanzil sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Ia juga menambahkan, seharusnya jangan sampai melakukan sesuatu yang berujung pada efek negatif.

Baca: Tiga Korban Tewas Insiden Surabaya Membara Telah Teridentifikasi

"Rangkaian kegiatan itu untuk memperingati Hari Pahlawan, yang bertujuan menangkap esensi nilai-nilai kepahlawanan, jangan sampai malah ada korban secara fisik," tambah Agustanzil.

Sebelumnya, sebanyak tiga orang dikabarkan meninggal dan 20 lainnya tercatat mengalami luka-luka dalam insiden Surabaya Membara.

Baca: Tanggapan Wali Kota Tri Rismaharini Soal Tragedi Surabaya Membara

Peristiwa tersebut terjadi karena warga yang datang dan menyaksikan drama kolosal tersebut dari atas viaduk atau jembatan kereta api di atas jalan raya di Jalan Pahlawan Surabaya.

Peristiwa itu terjadi pukul 20.00 WIB atau saat drama kolosal 'Surabaya Membara' sedang berlangsung 15 menit.

Baca: Taufik Hidayat, Penyelenggara Drama Kolosal Surabaya Membara Jalani Pemeriksaan Polisi

Saat kereta melintas dengan kecepatan rendah, puluhan penonton yang ada di atas viaduk saling berpegangan.

Sebelum kereta melintas, kereta sudah membunyikan klakson peringatan dan mengurangi kecepatan dari 30 kilometer per jam menjadi 15 kilometer per jam.

Diduga karena kehilangan keseimbangan dan tersenggol badan kereta api, beberapa penonton terjatuh ke bawah dari ketinggian sekitar 7 meter.

Baca: Humas PT KAI Ungkap Masinis Sudah Mengurangi Kecepatan Kereta Saat Insiden Surabaya Membara Terjadi

(Tribunnews.com/Umar Agus W)

Penulis: umar a.w
Editor: sri juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved