Pembantaian Pekerja di Papua

Keluarga Emanuel, Korban Pembunuhan KKB di Papua Persiapkan Penjemputan Jenazah

Keluarga Emanuel korban pembunuhan KKB di Papua mulai bangun tenda mempersiapkan penjemputan jenazah.

Keluarga Emanuel, Korban Pembunuhan KKB di Papua Persiapkan Penjemputan Jenazah
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Keluarga korban sudah mulai memasang tenda untuk mempersiapkan kedatangan jenazah korban di Tunbakun, Jumat (7/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Keluarga seorang korban pembantaian sadis pekerja jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua beberapa waktu lalu oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), Emanuel Beli Nakteas Bano (32), tengah melakukan persiapan penjemputan jenazah korban.

Terpantau di rumah duka, tepatnya di Perkampungan Tunbakun, Jalan Sonbay, RT 6 RW 5, Kelurahan Kefa Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, keluarga tampak sibuk mempersiapkan penjemputan jenazah.

Hal itu terlihat dari tenda duka terlihat mulai siapkan oleh pihak keluarga di halaman rumah orangtua korban.

Informasi yang berhasil dihimpun Pos Kupang, Jumat (7/12/2018) malam menyebutkan, orangtua beserta satu adik kandung korban saat ini sudah berangkat ke Kupang untuk menjemput jenazah korban.

Disaksikan Pos Kupang, tenda duka mulai didirikan di halaman rumah orang tua korban, Martinus Bano, yang terletak di perkampungan Tunbakun, RT 6 RW 5, Kelurahan Kefa Tengah.

Sejumlah keluarga dan tetangga pun nampak mulai berdatangan ke rumah duka.

Mereka datang ke rumah orangtua korban untuk menyampaikan rasa dukanya kepada keluarga korban.

Menurut Ira Bano, seorang anggota keluarga membenarkan, kakak lelakinya semata wayang bernama Emanuel Beli Nakteas Bano adalah karyawan PT Istaka Karya yang mengerjakan satu proyek jembatan di Kabupaten Nduga Papua.

Menurutnya, keluarga sudah mendapat kabar dari pihak perusahaan, kakaknya termasuk dalam korban penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) beberapa hari lalu.

"Kami keluarga pasrah dengan musibah yang terjadi dengan kakak kandung saya," jawabnya singkat.

Diakui Ira Bano, pihak perusahaan telah meminta kepada satu perwakilan keluarga untuk datang ke Timika, Papua untuk mengecek jenazah korban.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Penulis: Miftah Salis
Editor: sri juliati
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved