Pembantaian Pekerja di Papua

Fakta Terbaru KKB Pasca Penembakan, Diminta Kembali ke Ibu Pertiwi hingga Desakan DPR

Pada Senin (10/12/2018), tepat di Hari HAM Sedunia, pihak KKB Papua menyerukan surat terbuka mereka. Surat tersebut ditunjukan kepada Presiden.

Fakta Terbaru KKB Pasca Penembakan, Diminta Kembali ke Ibu Pertiwi hingga Desakan DPR
Tangkapan layar Youtube / @Sekretariat Pusat TPNOPM
Pada Senin (10/12/2018), tepat di Hari HAM Sedunia, pihak KKB Papua menyerukan surat terbuka mereka. Surat tersebut ditunjukan kepada Presiden. 

TRIBUNNEWS.COM - Seminggu berlalu usai peristiwa penyerangan yang tewaskan sejumlah pekerja di Distrik Yigi, Nduga, Papua.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (2/12/2018), tepatnya di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Nduga, Papua.

Pada Senin (10/12/2018), tepat di Hari HAM Sedunia, pihak KKB Papua menyerukan surat terbuka mereka.

Surat tersebut berisi pernyataan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Baca: Saat Pasukan Kostrad Selamatkan Tim Peneliti yang Disandera OPM di Belantara Papua 23 Tahun Silam

Surat terbuka KKB tersebut ditunjukan kepada Presiden Republik Indonesia Jokowi di Jakarta.

Berikut fakta terbarunya, dilansir Tribunnews.com dari berbagai sumber:

1. KKB Diminta Kembali ke Ibu Pertiwi

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengatakan, pemerintah belum menutup kemungkinan menyelesaikan masalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua secara baik.

Wiranto mengatakan, akan lebih baik jika KKB secara sadar kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Kalau bisa ya diselesaikan secara baik, dengan sadar mereka bisa kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," kata Wiranto.

Baca: Benny Wenda, Pemimpin OPM yang Kini Memutuskan Tinggal di Inggris

Halaman
1234
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Fathul Amanah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved