Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Kamis Dini Hari, Erupsi Berlangsung selama 2 Menit 26 Detik

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi, Kamis (14/2/2019) dinihari pukul 00:26 WIB. Erupsi berlangsung lebih kurang selama 2 menit 26 detik.

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Kamis Dini Hari, Erupsi Berlangsung selama 2 Menit 26 Detik
vsi.esdm.go.id
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi, Kamis (14/2/2019) dinihari pukul 00:26 WIB. Erupsi berlangsung lebih kurang selama 2 menit 26 detik. 

"2) Gunung Anak Krakatau tetap berstatus Siaga (level 3). Daerah berbahaya di dalam radius 5 km. Masyarakat dihimbau tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Jalur pelayaran Merak - Bakaheuni aman. Tidak terpengaruh letusan," tulis Sutopo.

Sutopo menjelaskan grafik dalam foto unggahannya, selalu ada jeda istirahat selama beberapa hari yang kemudian terjadi letusan beruntun.

Ia mengatakan PVMBG terus memantau aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatu.

"3) Lihat grafik ini. Selalu ada jeda waktu istirahat beberap hari kemudian meletus beruntun dari Gunung Anak Krakatau. Jika ada letusan baru, itu sudah perilaku Gunung Anak Krakatau. PVMBG terus memantau aktivitas vulkanik GAK," tulis Sutopo.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Saat Hari Valentine Besok, Waspada Hujan Petir di Lampung & Pekanbaru

Baca: Prakiraan Cuaca DKI Jakarta di Hari Valentine, Waspada Hujan Petir & Angin Kencang di Jaksel

Baca: Info BMKG: Peringatan Dini Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem Hari Ini Kamis 14 Februari 2019

Sutopo menegaskan bahwa Gunung Anak Krakatau tidak akan meletus seperti Gunung Krakatau tahun 1883.

Retakan yang terdapat pada Gunung Anak Kratau, Sutopo menyebutnya sebagai hal yang wajar trerjadi pada gunung api pasca letusan.

Masyarakat tidak perlu khawatir dan harus mempercayakan kepada PVMBG selaku otoritas pemantau gunung api yang mempunyai alat, SDM, ilmu dan pengalaman.

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Jumat 15 Februari 2019, Waspada! Hujan Petir Melanda Sejumlah Wilayah

Baca: Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Jumat 15 Februari 2019 Besok, Waspada Hujan Petir di Jaktim & Jaksel

Baca: Peringatan Dini BMKG: Daftar Wilayah di Indonesia Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem 14-15 Februari 2019

"4) Gunung Anak Krakatau tidak akan meletus seperti ibunya (Gunung Krakatau) tahun 1883. Jika ditemukan ada retakan saat ini. Itu wajar pada gunungapi pascaletusan. Percayakan pada PVMBG selaku otoritas pemantau gunungapi. Mereka punya alat, SDM, ilmu dan pengalaman," cuit Sutopo.

Sutopo juga menjelaskan asal-muasal Gunung Anak Krakatau yang terbentuk setelah adanya letusan 3 gunung di Selat Sunda (G. Rakata, G. Danan. G. Perbuatan) secara bersamaan.

Ia juga menegaskan letusan Gunung Anak Krakatau tidak akan sama dengan letusan Gunung Krakatau tahun 1883.

"5) Tahun 1883, tiga gunung di Selat Sunda (G.Rakata, G.Danan. G.Perbuatan) meletus bersamaan. Letusanny besar dan menimbulkan tsunami besar setinggi 36 meter. Lalu gunungnya hilang. Lalu 1927 muncul Gunung Anak Krakatau (GAK). Tidak mungkin letusan GAK akan sama tahun 1883," tulis Sutopo.

(Tribunnews.com/Fitriana Andriyani)

Penulis: Fitriana Andriyani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved