Banjir Bandang di Sentani

Video Banjir Bandang Menerjang Sentani Jayapura, Korban Tewas Menjadi 15 Orang

Banjir bandang telah menerjang Kabupaten Sentani, Jayapura pada Sabtu (16/3/2019), membuat 15 orang meninggal dunia dan 18 orang luka-luka.

Banjir bandang telah menerjang Kabupaten Sentani, Jayapura pada Sabtu (16/3/2019), membuat 15 orang meninggal dunia dan 18 orang luka-luka.

TRIBUNNEWS.COM - Banjir bandang menerjang Kabupaten Sentani, Jayapura pada Sabtu (16/3/2019).

Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Sentani, Jayapura tersebut diakibatkan adanya hujan deras sejak pukul 18.00 WIT.

Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Sentani, Jayapura ini telah menerjang sembilan kelurahan di wilayah tersebut.

Baca: Korban Tewas akibat Banjir Bandang Sentani Jayapura Jadi 15 Orang, 18 Lainnya Luka-luka

Baca: Banjir Bandang Terjang Sentani Jayapura, Pasar Baru hingga RSUD Yowari Terendam Air

Data awal menyebut, banjir bandang yang menerjang Kabupaten Sentani, Jayapura ini mengakibatkan tiga orang tewas dan membuat beberapa kerusakan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut, banjir bandang di Kabupaten Sentani, Jayapura mengakibatkan sembilan unit rumah warga hanyut, satu unit mobil hanyut, dan tiga jembatan rusak.

"Banjir bandang terjang 9 kelurahan di Sentani Kabupaten Jayapura
Evakuasi dan pendataan masih dilakukan. Data sementara 3 orang meninggal dunia. Kerusakan meliputi 9 unit rumah warga hanyut, 1 unit mobil hanyut, 3 jembatan rusakdan kerusakan lainnya." tulis Sutopo dalam akun Twitter miliknya @Sutopo_PN.

Banjir yang terjadi di Gunung Merah, kata Sutopo, selain membawa debit air juga membawa kayu-kayu.

Baca: Video Banjir Bandang Terjang Sentani Jayapura, Tiga Orang Dilaporkan Tewas, Rumah dan Mobil Hanyut

Baca: Banjir Bandang Terjang 9 Kelurahan di Sentani Jayapura, 3 Orang Meninggal Dunia

Sutopo juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bersentuhan dengan barang yang masih teraliri tegangan listrik.

"Banjir landa Sentani Kabupaten Jayapura, Papua. Banjir di Gunung Merah membawa debit banjir dan kayu-kayu. Hati-hati bahaya kesetrum listrik. Jangan memegang tiang listrik dalam basah atau perabotan rumah yang masih menyala dan terendam banjir. Semoga korban tidak bertambah." tulis Sutopo.

Halaman
12
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved