Gaji Belum Dibayar, Warni dan Yayat Demo di Depan Toko Uniqlo di Denmark

Dua buruh asal Indonesia, Warni dan Yayat berdemo saat pembukaan toko Uniqlo di Denmark lantaran gaji mereka belum dibayar.

Gaji Belum Dibayar, Warni dan Yayat Demo di Depan Toko Uniqlo di Denmark
INSTAGRAM/@cleanclothescampaign
Dua buruh asal Indonesia, Warni dan Yayat berdemo saat pembukaan toko Uniqlo di Denmark lantaran gaji mereka belum dibayar, Jumat (5/4/2019). 

Dua buruh asal Indonesia, Warni dan Yayat berdemo saat pembukaan toko Uniqlo di Denmark lantaran gaji mereka belum dibayar.

TRIBUNNEWS.COM - Dua buruh asal Indonesia, Warni dan Yayat berada di Kopenhagen, Denmark sebagai bagian dari kampanye global PayUp Uniqlo, selama tanggal 2 hingga 7 April 2019.

Warni dan Yayat yang telah membuat pakaian Uniqlo selama puluhan tahun menuntut Uniqlo membayarkan gaji setelah pabrik tempat keduanya bekerja, PT Jaba Garmindo ditutup mendadak pada 2015.

Kunjungan para pekerja ini bertepatan dengan pembukaan gerai Uniqlo pertama di Denmark pada Jumat (5/4/2019) di mana CEO Uniqlo, Tadashi Yanai diharapkan hadir.

Dikutip dari cleanclothes.org, Uniqlo merupakan pembeli utama produk sweater dan rompi yang dibuat PT Jaba Garmindo di Indonesia.

Namun, kerjasama antara Uniqlo dan PT Jaba Garmindo terputus.

Uniqlo mulai menarik pesanan tanpa adanya peringatan atau penjelasan pada para pekerja di pabrik tersebut.

Hanya beberapa bulan setelah pesanan Uniqlo berakhir, PT Jaba Garmindo pun bangkrut.

Para pekerja di PT Jaba Garmindo, yang 80 persen di antaranya adalah perempuan, kehilangan pekerjaan tetap.

Yang lebih buruk lagi, tulis cleanclothes.org, upah yang seharusnya para buruh terima serta uang pesangon belum dibayarkan.

Halaman
123
Penulis: Sri Juliati
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved