Finalis Miss Indonesia Tidak Tahu Arti Endurance

Ketika memasuki ujian tahap akhir dari penganugerahan Miss Indonesia, terjadi suatu kontroversial. Saat tampil di malam Final Miss Indonesia diadakan di Central Park, Selasa (1/6/2010) malam mereka tidak bisa mengartikan kata Endurance.

Finalis Miss Indonesia Tidak Tahu Arti  Endurance
Tribunnews.com/Ismanto
Dari 1.500 peserta Miss Indonesia yang mendaftar tahun ini, kini terpilih 33 finalis yang akan berkompetisi di Malam Puncak Miss Indonesia 2010. Ke-33 finalis tersebut adalah hasil dari delapan kota audisi yang kemarin dilaksanakan di Kota Yogyakarta, Surabaya, Manado, Makassar, Medan, Denpasar, Bandung dan Jakarta, Senin (24/5) di Jakarta.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketika memasuki ujian tahap akhir dari penganugerahan Miss Indonesia, terjadi suatu kontroversial. Saat tampil di malam Final Miss Indonesia diadakan di Central Park, Selasa (1/6/2010) malam mereka tidak bisa mengartikan kata Endurance.

Para  juri memberikan pertanyaan kepada ke tiga finalis yaitu "What does the woord Endurance means? And can you use this words in a situation?'

Peserta dari Jawa Timur, Kartika Kusumaningtyas, yang tampil pertama langsung diam seribu bahasa. Kejadian tersebut membuat penonton bertepuk tangan dan pertanyaan diulang dengan adanya sedikit petunjuk.

"Akan saya lakukan, akan saya gunakan untuk menghadapi endurance (Bingung tidak mengerti pertanyaannya)," ucap finalis dari Jawa Timur.

Situasi yang sama kembali terjadi dengan finalis dari Jawa Barat, Asyifa Latief, yang tampil kedua. Pembawa acara kembali menjelaskan pertanyaannya dengan tambahan petunjuk kepada finalis. Penonton pun ikut bertepuk tangan.

"Kegigihan berawal dari Keteguhan hati hidup ini," ucap Asyifa Latief dengan singkat jelas dan padat.

Namun hal yang berbeda terjadi di kontestan ke tiga asal Jogjakarta, Clarashinta Arumdani. Peserta yang tampil terakhir ini meminta pertanyaannya di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Penonton pun kembali bertepuk tangan mendengar permintaan dari Miss Jogjakarta.

"Can you translate the question please? Saya akan mencontohkan saat pertama kali di karantina. Ketika itu saya bertemu dengan orang-orang baru. Saya sangat sangat tidak tahan dengan kondisi baru itu. Tapi saya harus bisa lakukan itu sebaik mungkin dan sebisa saya,"ucap Finalis asal Jogjakarta.

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved