Mestakung, Perjuangan Meraih Cita-Cita sang Peraih Olimpiade

Sebuah film yang terinspirasi dari kisah nyata tim olimpiade sains Indonesia sebagai juara umum olimpiade fisika di Singapura pada tahun 2006 lalu.

Mestakung, Perjuangan Meraih Cita-Cita sang Peraih Olimpiade
Tribunnews.com/Iman Suryanto
Para pemain dan pendukung film Mestakung.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iman Suryanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk kesekian kalinya Mizan Productions  meluncurkan sebuah film berjudul ‘Mestakung’ (Semesta Mendukung). Sebuah film yang terinspirasi dari kisah nyata tim olimpiade sains Indonesia sebagai juara umum olimpiade fisika di Singapura pada tahun 2006 lalu.

’Mestakung’ merupakan film ketujuh yang diproduksi oleh Mizan Productions setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Garuda di Dadaku, Emak Ingin Naik Haji, dan 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta.  Semua film Mizan Productions mendapat sambutan baik dari penonton dan mendapat penghargaan di beberapa ajang festival film.

Seperti Film ‘3 Hati 2 Dunia 1 Cinta’ mendapat tujuh Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 2010 dan 2 Piala di Indonesian Movie Award 2011. Terakhir, film ‘Rindu Purnama’ mendapatkan tujuh nominasi di Festival Film Bandung 2011.

Pembuatan film ini bekerja sama dengan Falcon Picture yang disutradarai oleh John De Rantau (sutradara film Obama Anak Menteng dan Denias). Dari tangan dinginnya, film yang dibintangi Albert Fakdawer dan Marcella Zalianty berhasil menjadi film terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia 2006. Selain itu juga mengantarkan Albert Fakdawer sebagai aktor pendatang baru terbaik pada ajang Indonesian Movie Awards 2007.

Plot film ini lebih banyak menceritakan tentang Arif, seorang anak yang sangat mencintai Fisika. Meskipun mengalami kesulitan ekonomi, tidak memadamkan kecintaannya pada dunia sains. Walau tinggal di sebuah dusun di Pamekasan, Madura yang jauh dari gemerlap kota dan fasilitas belajar yang memadai, Arief tetap menekuni Fisika.

Beruntung ia mempunyai guru seperti Ibu Tari, seorang perempuan Minang yang karena dedikasinya terhadap dunia pendidikan rela “terdampar” di Madura untuk menemukan intan-intan pecinta ilmu sains.

Ibu Tari memotivasi Arif untuk mengikuti kompetisi olimpiade sains, namun demikian alasan Arif  untuk mengikuti ajakan Ibu Tari bukan karena untuk fisika semata, tetapi lebih pada kerinduannya bertemu ibunya yang berpisah dengannya sejak masih kecil. Konon, ibunya menjadi tenaga kerja wanita di Singapura, dimana negara ini pula yang menjadi ajang final olimpiade sains dunia.

Ketika tim olimpiade sains Indonesia siap berlomba, Arief mendapat info dari sahabatnya, Clara yang juga sama-sama peserta lomba sains dari Indonesia, bahwa ternyata ibunya ada di Singapura  dan hendak pindah ke Malaysia. Dengan segera Arif bergegas mengejar ibunya di pelabuhan. Tapi di tengah perjalanan Arief kembali ke tempat perlombaan demi tim Indonesia.

Dari situ cerita terus berlanjut sampai perjuangan Arief demi bertemu ibunya dan pada saat yang bersamaan bersama team sains dari Indonesia berusaha meraih juara fisika.

Film ini dibintangi artis pendatang baru Sayev M.B yang akan berperan menjadi Arif, bersama artis-artis papan atas seperti Lukman Sardi, Revalina S Temat, Laura Basuki, Indro (Warkop), Feby Febiola, Ferry Salim, dan Sujiwo Tejo.

Lokasi syuting akan dilaksanakan di Madura, Singapura, dan Jakarta selama kurang lebih 30 hari. Film ini direncanakan akan dirilis bulan Agustus 2011.

Penulis: ricas74
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved