Jadi Homo, Epy Kusnandar Harus Ciuman dengan Laki-laki

Memerankan seorang homoseksual dalam pementasan teater We The Happy Family, aktor Epy Kusnandar harus beradegan ciuman dengan laki-laki.

Jadi Homo, Epy Kusnandar Harus Ciuman dengan Laki-laki
Wikipedia.org
Epy Kusnandar

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM-JAKARTA - Memerankan seorang homoseksual dalam pementasan teater We The Happy Family, aktor Epy Kusnandar harus beradegan berciuman dengan laki-laki. Dan, itu harus dilakukan berkali-kali.

"(Ciuman) nggak terhitung," ucapnya, Selasa, (3/1/2012), dalam jumpa pers di Kampoeng Bangka, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Mau tidak mau, ia kemudian mengenyampingkan perasaan tidak nyamanannya alias perasaan jijik ketika melakukan adegan tersebut.

Namun, pria kelahiran 1 Mei 1964 itu, tetap bersikap profesional. Adegan apapun, termasuk memerankan seorang homoseksual, menjadi tantangan dalam karirnya sebagai aktor. Meskipun, peran itu bukan atas permintaannya. Melainkan sang sutradara, Totos Rasiti.

"Bukan keputusan saya. Itu pilihan Totos sebagai sutradara. Dia incar saya, mau ngerjain saya, atau menantang saya berani nggak memerankan ini. Kenapa saya tidak menganggap peran itu sebagai tantangan," ucapnya.

Tak pelak, Epy tetap memberikan kemampuannya secara maksimal. Makanya, sebelum adegan tersebut dilakukan, ia berlatih mengunyah dan mengulum permen karet. Seperti halnya, mengulum bibir penuh berahi.

"Disiasati tadinya harus mengunyah itunya. Jadi, mengunyah permen karet. Itunya, dibikin dari permen karet. Ya, menjijikan tapi dikemas supaya tidak menjijikan," terangnya.

Penulis: Willem Jonata
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved