Film Romo Soegija

Aktor Romo Soegija Seorang Muslim

Nirwan Dewanto, sang pemeran Romo Soegija, ternyata bukanlah aktor. Kegiatan sehari-hari Nirwan adalah penulis dan editor buku.

Aktor Romo Soegija Seorang Muslim
Sesawi.net
Uskup Soegijapranata (kiri) hadir dalam sebuah pertemuan kenegaraan bersama Presiden pertama RI Ir Soekarno (kedua dari kiri) dan beberapa tokoh penting lainnya.

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA- Bedah film karya terbaru sutradara Garin Nugroho, yakni Soegija, Minggu (20/5/2012), berlangsung semarak. Apalagi saat pemeran Monseigneur Albertus Soegijapranata SJ, uskup Katolik pertama pribumi yang hadir di masa perjuangan kemerdekaan RI tahun 1940-1949, mengenalkan diri.

Nirwan Dewanto, sang pemeran Romo Soegija (panggilan Soegijapranata), ternyata bukanlah aktor. Kegiatan sehari-hari Nirwan adalah penulis dan editor buku.

"Saya hampir tidak membayangkan akan main film. Tapi setelah 'dipaksa' Garin dan diyakinkan oleh tim fotografi Garin, saya akhirnya bersedia," jelas Nirwan dalam acara bedah Film Soegija di Ruang Singosari Gedung WTC Surabaya, Minggu (20/5).

Hadir bersama Nirwan dalam bedah film itu adalah Romo Budi Subanar atau Romo Banar, dosen pascasarjana Universitas Sanata Darma Jogjakarta; dan Romo Iswara Hadi, Direktur Studio Audio Visual (SAV) Puskat Picture, Yogjakarta. Romo adalah gelar panggilan yang diberikan oleh umat Katolik Indonesia, terutama di Pulau Jawa, kepada para imam Katolik (pastor).

Nirwan menyatakan kekagumannya dengan semangat pengerjaan film itu. "Sangat luar biasa. Bahkan skrip atau naskah berganti hingga 12 kali," kisah Nirwan, yang langsung mendapat tepuk tangan peserta bedah film yang hadir.

Ketika ditanya tentang kemungkinan pesan religi dalam film itu, Nirwan mengatakan dirinya beragama Islam kendati tokoh yang diperankannya dalam film itu seorang uskup Katolik. Pengakuan Nirwan itu langsung mendapat tepuk tangan, apalagi ketika pembawa acara dengan bergurau menyeletuk, ”muslim yang langsung diangkat menjadi uskup”.

Pengunjung tersenyum dan bertepuk tangan. Tapi Nirwan buru-buru menambahkan, film yang memang fiksi ini dikerjakan secara profesional oleh para pemainnya.

"Ada pemain lain yang berperan sebagai umat Katolik yang khusyuk dalam film, padahal dia ternyata juga khusyuk menjalankan salat lima waktu di sela syuting," kisah Nirwan.

Untuk diketahui, Romo Soegija adalah uskup pribumi pertama di Indonesia setelah di masa penjajahan itu uskup-uskup yang ada di Indonesia selalu nonpribumi, termasuk dari negara penjajah Belanda.

Sementara itu, Romo Iswara Hadi mengaku banyak tokoh di film ini yang fiktif. Pasalnya, semua disesuaikan dengan kondisi yang ada saat syuting. "Hanya tokoh Romo Soegija yang benar-benar ada," ungkap Romo Iswara.

Halaman
12
Editor: Domu D. Ambarita
Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved