• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Seleb

Bimbim Menyebut Koruptor Tak Punya Cinta

Senin, 16 Juli 2012 00:03 WIB
Bimbim Menyebut Koruptor Tak Punya Cinta
TRIBUNNEWS.COM/IMAN SURYANTO
Bimbim Slank

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak ada yang membantah jika Bimbim disebut sebagai sosok cemerlang di balik kesuksesan Slank di blantika musik Indonesia.

Lagu-lagu ciptaannya bukan sekadar menggetarkan dan menyentuh perasaan, tapi ia juga kritis dalam menangkap persoalan terkait situasi dan kondisi negaranya lewat lirik yang cerdas.

Misalnya pada lagu berjudul "Punya Cinta". Dalam lagu itu, ia menyebut koruptor tidak mempunyai cinta.

Sementara penjahat, perampok, preman, dan pembunuh masih punya cinta. Bimbim ingin mengutarakan perilaku koruptor lebih hina ketimbang pembunuh sekalipun.

Begitu pula dengan "Good Morning Papua" yang mengisahkan nasib orang-orang dari provinsi paling timur Indonesia yang disebutnya tidak semanis kulit mereka yang hitam.

Atau pada lagu berjudul Uni Religi, yang menegaskan bahwa perbedaan bukan alasan untuk tidak bersatu.

Itulah segilintir lagu buah tangan kreativitasnya. Wawasan Bimbim akan situasi sekelilingnya sangat luas. Tidak sebatas lagu cinta-cinta.
Namun, uniknya, keluasan wawasan tersebut bukan didapatkannya dari proses membaca buku. Bahkan, ia mengaku nyaris tidak pernah membeli buku.

"Enggak pernah beli buku, paling kalau dikasih. Kadang enggak selesai (membacanya)," ucapnya, Senin, (16/7/2012), saat ditemui di Jalan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Bimbim kemudian menuturkan kreativitasnya itu berasal dari pengalaman hidupnya sendiri dalam melihat keadaan di sekitarnya.

Ia jalan-jalan ke sejumlah tempat dan berbicara dengan banyak orang. Seperti halnya di Papua.

"Good Morning Papua, itu rayuan Slank untuk Papua. Rayuan untuk ayolah bersatu, menari dengan damai. Lagu itu sekaligus menjadi kritikan kebijakan (pemerintah) pusat," tandasnya.

KLIK JUGA:

Penulis: Willem Jonata
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
730882 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas