• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribun Seleb

Apa Istimewanya Ceramah Uje? Ini Pujian dari Pimpinan Majelis Al-Anwar

Jumat, 26 April 2013 10:27 WIB
Apa Istimewanya Ceramah Uje? Ini Pujian dari Pimpinan Majelis Al-Anwar
Istimewa
Ustad Jeffry Al Buchori

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bahri Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Habib Muhammad Syahab, pimpinan Majelis Al-Anwar melihat sosok almarhum Ustad Jefry Al-Bukhori sebagai seorang Dai besar yang memiliki metode dakwah yang populer.

"Beliau seorang Dai yang Insya Allah, istiqamah. Penyampaiannya juga alhamdulillah disukai anak-anak muda," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Jumat (26/4/2013).

Habib juga menyebut Uje sebagai seorang dai muda yang rendah hati dan selalu sopan kepada semua orang, termasuk kepada ulama-ulama lain.

Mengenai kabar meninggalnya Uje, Habib mengaku mendapat kabar tersebut dari sms salah seorang petugas kepolisian yang mengabarkan berita duka tersebut.

"Insya Allah khusnul khotimah, Insya Allah semua dosa diampuni dan semua pahala selama beliau dakwah berujung surganya allah," tandasnya.

Jeffry Al Buchori memiliki nama populer Uje lahir di Jakarta, 12 April 1973. Ia adalah seorang pendakwah atau ustad yang tampil dengan mengemas bahasa dakwahnya dengan bahasa-bahasa anak muda.

Bergaul dengan Pemakai Narkoba

Situs Wikipedia mencatat, Jeffy anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana ini sejak kecil telah mendapat pendidikan Islam yang kuat. Hal ni terbukti saat duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) sampai tingkat provinsi. Setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya, Alm. Ust. H. Abdullah Riyad dan Ust. H. Aswan Faisal, bersekolah di PonDaar el-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang.

Namun selama di pesantren, Uje terbilang nakal. Seringkali saat teman-temannya menunaiam-diam tidur atau kabur dari pesantren untuk main dan nonton di bioskop. Sampai akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren tersebut yang sempat dikecapnya selama tahun yang harus dijalani. Setelah itu, Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah.

Apalagi setelah lulus di tahun 1990 dan kuliah di akademi broadcasting, kenakalan Uje tak berkurang. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah. Pada tahun 1991, Uje pernah menjadi dancer di salah satu club. Uje juga sering nongkrong di Institut Kesenian Jakarta.

Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran. Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Bahkan Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Agung Budi Santoso
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas