Sutradara Film 3 Nafas Likas Riset Budaya Karo di Kedai Kopi

Rako Prijanto, sutradara film "3 Nafas Likas", sempat melakukan riset langsung ke Karo untuk memahami lebih lanjut kebudayaan Karo.

Sutradara Film 3 Nafas Likas Riset Budaya Karo di Kedai Kopi
Warta Kota/Nur Ichsan
Acara press screening film 3 Nafas Likas, di XXI Epicentrumwalk, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2014). Film ini merupakan drama keluarga yang mengisahkan keluarhga pahlawan Djamin Ginting. (Warta Kota/Nur Ichsan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebudayaan Karo begitu kentara dalam film "3 Nafas Likas" yang akan dirilis di bioskop pada 16 Oktober mendatang. Tak heran, mengingat Pahlawan Nasional Djamin Gintings dan istrinya, Likas, yang kisahnya diangkat dalam film tersebut merupakan putra-putri daerah Karo, Sumatera Utara.

Rako Prijanto, sang sutradara, sempat melakukan riset langsung ke Karo untuk memahami lebih lanjut kebudayaan Karo.

"Riset kami lakukan dengan berbincang bersama masyarakat lokal di kedai kopi di sejumlah desa di Karo, salah satunya desa Suka, tanah kelahiran Djamin," uja Rako saat ditemui Tribunnews.com di kantor redaksi Kompas.com, Jumat (10/10/2014) siang.

Salah satu topik  yang dibahas adalah tata cara pernikahan sesuai adat.

"Ngobrolnya seru banget. Sampai-sampai sempat berdebat karena berbeda pendapat. Kita tahu sendiri, Karo kan terbagi-bagi lagi ke dalam berbagai lapisan dan suku," jelas Rako.

Selain riset, Rako juga menggandeng  seorang budayawan Karo bernama Josef Ginting untuk membantu para pemeran memahami budaya Karo, termasuk bahasa.

Vino yang berperan sebagai Djamin memiliki porsi berbahasa Karo lebih banyak ketimbang Atiqah.

"Awalnya agak kesulitan namun karena ada yang bantu jadi terasa mudah. Bahkan masyarakat setempat yang ikut menyaksikan proses syuting terkadang mengoreksi kalau saya salah ngomomg. He-he-he," kenang Vino.

Usahanya terbayarkan ketika penonton press screening yang didominasi warga Karo memberikan apresiasi.

"Banyak yang bilang perbincangan kami dalam bahasa Karo di film membuat mereka serasa berada di kampung," cerita Vino.

Penulis: Daniel Ngantung
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help