Cara Comic Dodit Mulyanto Keluar Dari Rutinitas

Sejak beradu kocak di Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 4, nama Dodit Mulyanto mulai dikenal.

Cara Comic Dodit Mulyanto Keluar Dari Rutinitas
YouTube

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak beradu kocak di Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 4, nama Dodit Mulyanto mulai dikenal. Gagal bertahan hingga final tidak membuat pria kelahiran Blitar, 30 Juni 1985, itu seret "job". Tawaran melawak datang silih berganti, tidak hanya dari dalam, tetapi juga mancanegara.

Sibuk melayani permintaan tampil di berbagai penjuru Indonesia membuat Dodit lebih sering menetap di hotel ketimbang di rumah sendiri. Berpindah dari satu hotel ke hotel lainnya alhasil menyebabkan Dodit jenuh.

Untuk membunuh rasa jenuhnya, Dodit akan keluar kamar sejenak lalu mencari warung kopi di sekitaran hotel.

"Ngopi di kamar engga enak. Aku lebih suka ngopi di warkop. Suasananya lebih hangat karena bisa sambil ngobrol dengan banyak orang yang baru dikenal," kata penyuka kopi tubruk itu saat ditemui Tribun selepas acara peluncuran kampanye Breaking the Routines oleh L'Oréal Paris Men Expert, Kamis (20/11/2014).

Dari interaksinya itu ia menemukan inspirasi dan ide untuk dijadikan materi melawak di atas panggung. Oleh karena itu, penting baginya keluar dari rutinitas sejenak.

Dengan begitu, ia tidak kehilangan kesempatan merasakan hal-hal baru yang sekiranya inspiratif dan bermanfaat bagi kehidupannya kelak.

"Keluar dari rutinitas buatku yah harus banyak nongkrong, lalu jadi orang biasa. Habis gimana yah, sudah jadi orang terkenal sih," ujarnya berseloroh.

Ketenaran tidak sepenuhnya mengubah komedian yang biasa melawak menggunakan biola itu. Ada beberapa kebiasaan lama yang ia masih pelihara, salah satunya jarang mandi.

"Ini seperti ritual saja mas. Sebetulnya memang bawaan malas. Tapi Aku merasa auraku lebih keluar kalau engga mandi. He-he-he," katanya tertawa.

Namun Dodit tidak mau menyalahkan kebiasaan itu sebagai penyebab perempuan menjauh darinya sehingga ia belum juga menemukan jodoh.

"Banyak yang mau (pacaran) kok. Cuma yah gitu, mereka engga mengerti pekerjaanku. Aku kan engga bisa selalu menemani nonton. Ya itulah, kalau mau duit yang besar butuh pengorbanan yang besar juga," ujar Dodit.

Penulis: Daniel Ngantung
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved